Dandim 0722/Kudus, Ajak Masyarakat Kenal Filosofi Keris Lebih Dalam

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Masih dalam suasana peringatan HUT TNI Ke 73. Malam tadi, pukul 20.00 WIB di halaman Makodim 0722/Kudus digelar Sarasehan Manunggal TNI – Rakyat yang mengangkat tema “Keris Sebagai Warisan Budaya Adi Luhung Bangsa” pada Rabu (03-10-2018).

Melalui kegiatan tersebut, Dandim 0722/Kudus mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dalam mengenai filosofi keris, khusunya generasi muda yang menjadi mayoritas pengunjung dalan kegaiatan itu.

Professor Sukirno yang menjadi salah satu narasumber dalam sarasehan malam itu, ia menceritakan bahwa keris pada awalnya merupakan senjata tikam. Akan tetapi di Indonesia, keris menjadi sebuah pitutur pitutur yang baik untuk masyarakat.

TRENDING :  Dandim 0722 Kudus: Wapadai Aksi Penipuan Dengan Mengatasnamakan TNI – Polri

“Didalam keris kita belajar tentang prinsip Ketuhan yang Maha Esa dan menyampaikan sebuah pesan untuk saling menghormati antar sesama manusia,” ujarnya. Diungkapkannya, keris terbuat dari berbagai campuran bahan, bukan hanya satu saja. Keris mengandung besi, baja dan pamor yang mencerminkan rasa persatuan dan kesatuan.

Proffesor Sukirno juga menjelaskan keris juga mencerminkan sila dalam pancasila yang berisikan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijakaanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Serta wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Professor Danuri yang menjadi narasumber kedua mengatakan keris adalah sebuah karya manusia yang memiliki filosi dan disiplin ilmu pengetahuan ilmu tentang besi dan ilmu tentang ketuhanan.

TRENDING :  Bupati Pati Menjadi Inspektur Upacara HUT TNI ke-72

“Didalam keris kita akan mengenal ilmu tentang besi yang memiliki energi. Bahkan UNESKO mengakui bahwa keris adalah budaya luhur bangsa Indonesia,” paparnya.

Dia menyebutkan keris memiliki berbagai macam filosofi. Salah satunya keris brojol yang menjadi lambang kesucian. Dimana orang yang mempunyai keris ini, akan mempunyai hati yang suci dan kalau sudah suci, Tuhan akan memberikan apa yg akan dimintanya.

Kedua, Proffesor Danuri menyebutkan keris menyimbulkan menyatunya ibu periwi atau yang dikanal dengan istilah Bopo akoso. Hal ini terjadi karena keris menyatukan benda meteor dari lagit dan besi dari bumi. Dilanjutkannya, ketiga, keris adalah simbol manungale kawulo marang Gusti, yang membuat pemiliknya akan semakin dekat dengan Tuhan. Dan terakhir keris memiliki filosofi sebagai pamor, yang digunakan untuk meningkatkan citra atau popularitas seseorang.

TRENDING :  Jelang TMMD Seribu Bendera Berkibar di Desa Godo

Untuk macamnya, dia menjelaskan ada beberapa macam keris yakni keris lurus yang menjadi lambang ketahuidan kepada Tuhan yang kuat sekali. “Kedua adalah keris lok atau yang belok kekiri dan kekanan tetapi ujungnya lurus. Yang menyimbolkan meskipun hidup manusia bergolak atau belak-belok tetapi kita tetap lurus dan ingat mengingat Tuhan.” pungkasnya. (NNC/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :