Dari Jagong Budaya Sepakat Bentuk Forum Kebudayaan Jepara

Dari Jagong Budaya Sepakat Bentuk Forum Kebudayaan Jepara

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Kegelisahan sejumlah seniman, pegiat budaya dan praktisi pendidikan melihat kenyataan semakin menipisnya kecintaan masyarakat terhadap kearifan budaya lokal ditumpahkan dalam Jagong Budaya yang diselenggarakan oleh Yayasan Kartini Indonesia dan Komunitas Estetika Jungpara Minggu (12/11) malam di sekretariat Yayasan Kartini Indonesia (YKI) di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri.

Iskak Wijaya yang memantik pertemuan itu dengan makalah tentang Kritik Kebudayaan, teori dan cara pandang mengungkapkan pentingnya kebudayaan sebagai pondasi pembangunan. “Sayangnya pondasi itu semakin diabaikan hingga bangunan yang megah itu kurang kuat menghadapi guncangan,” ujar Iskak Wijaya.

Sementara Maswan, dosen sekaligus anggota Dewan Pendidikan Propinsi Jawa Tengah mengungkapkan,  lembaga pendidikan yang harusnya menjadi penjaga kearifan budaya belum dapat menjalankan fungsinya.  “Sepertinya ada konsep yang harus kita perbaiki bersama,” ujar Maswan.

TRENDING :  Sukses Dan Meriah Gelar Kirab Budaya Desa Barongan 2017

Hal senada juga diungkapkan oleh Ichwan Cahyono, seorang pegiat budaya anak yang juga seorang guru SD. Menurutnya, seni tradisi, harusnya mulai diajarkan kepada anak-anak hingga tumbuh kecintaannya pada budaya sendri. Sayang tidak semua guru bisa melakukan.

Kondisi itulah yang mendorong padepokan Cakra Latifah akan menyelenggarakan pelatihan tembang mocopat untuk para guru akhir bulan ini. “Harapan kami mendapatkan tanggapan dari dinas Pendidikan,” ujar Ki Dalang Hendro Kartiko, pimpinan padepokan Cakra Latifah.

TRENDING :  Pemkab Diminta Perketat Pengawasan Pengelolaan Limbah Industri

Sementara Leo Rameli, seorang seniman ukir mengungkapkan kecemasan terhadap pelestarian seni ukir di Jepara.  Menurut Leo, kita tidak bisa berharap lagi pelestarian seni ukir melalui lembaga pendidikan. Ironis di Jepara tidak ada lagi sekolah ukir,  baik formal maupun informal. Upah tukang ukir juga relatif rendah, hingga banyak yang beralih ke sektor lain.

Oleh karena itu, Arif Darmawan, salah satu birokrat yang hadir pada jagong budaya mengusulkan, agar hasil dan tindak lanjut dari pertemuan tersebut di komunikasikan kepada pemerintah. “Agar ada sinergitas bersama dalam memperkuat kearifan budaya lokal,” ujar Arif Darmawan.

TRENDING :  Jalan-jalan Ke Dandangan Jangan Lupa Beli Intip Ketan.

Agar kecemasan dan keprihatinan itu menjadi perhatian bersama, Wienarto mengusulkan agar dibentuk forum budaya bersama. Harapannya identifikasi persoalan,  rekomendasi dan tindak lanjutnya dapat dikomunikasikan kepada para pemangku kepentingan.

Sedangkan Ketua YKI, Hadi Priyanto yang menggagas jagong budaya mengungkapkan untuk lebih mengkongkritkan keinginan para peserta,  akan dilakukan pertemuan lanjutan pada akhir bulan ini. “Walaupun kita harus berjalan dijalan yang sunyi,  terjal dan licin kita harus terus menyebarkan virus budaya lokal untuk masa depan Jepara yang lebih baik karena dibangun diatas pondasi budaya yang kuat,” ujarnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post