Data Masuk 100 Persen, Tamzil-Hartopo Unggul 20.008 Suara Dari Masan-Noor Yasin

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Data hitung cepat yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pilkada Kabupaten Kudus 2018 sudah masuk 100 persen, Kamis (28/06/2018). Pada informasi yang dipublish melalui infopemilu.kpu.go.id, hasilnya tetap tidak ada perubahan pasangan calon (paslon) nomor urut lima Tamzil-Hartopo (TOP) tetap unggul dari empat paslon lainnya.

Hasil pemungutan dari 1.491 tempat pemungutan suara (TPS) di Kudus pada Rabu (27/08/2018), TOP mendapatkan 214.213 suara atau 42,50 persen. Sedangkan pesaing terdekatnya paslon nomor urut satu Masan-Noor Yasin (An-Noor) mendapat 194.205 suara atau 38,53 persen.

Paslon nomor urut tiga Hartini-Bowo mengikuti dengan mendapat 76.904 suara atau 15,26 persen, paslon nomor urut empat Akhwan-Hadi Sucipto mendapat 11.315 suara atau 2,25 persen. Terakhir paslon nomor urut dua Hartoto-Junaidi yang mendapat 7.369 suara atau 1,46 persen.

TRENDING :  Kirab 22 Bendera Merah Putih Hingga Ziarah ke Makam KHR Asnawi

Ketua KPU Kabupaten Kudus Moh Khanafi mengatakan, hitung cepat dibuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengetahui hasil Pilkada Serentak 2018. Data hasil pada hitung cepat berdasarkan entri Model C1 apa adanya.

Akan tetapi hasil pada hitung cepat merupakan hasil sementara dan tidak bersifat final. Jika terdapat kesalahan pada model C1 akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi di tingkat atasnya.

TRENDING :  12 Pendaftar Panwascam Didiskualifikasi

Terkait rekapitulasi, lanjutnya, hari ini, Kamis (28/06/2018), dilakukan rekapitulasi pada tingkat kecamatan yang dilakukan PPK. Selanjutnya baru akan dilakukan rekapitulasi di tingkat kabupaten yang rencananya dilakukan pada 4-6 Juli 2018.

Sementara untuk jadwal pelantikan, Khanafi belumbisa memastikan waktunya. Hal itu dikarenakan masih menunggu instruksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang berwenang melakukan pelantikan.

“Kita masih menunggu instruksi Kemendagri. Sebab nantinya apabila ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), maka pelantikan akan dilakukan dua tahap yang artinya diundur tiga bulan dari jadwal semula,” jelasnya.

Dia menambahkan, tingkat partisipasi pemilih di Kudus menurut data sementara dari hitung cepat mencapai 84,53 persen. Angka pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya kurang dari 20 persen.

TRENDING :  Joni Kurnianto Kembali Nahkodai DPC Partai Demokrat Pati

Menurutnya pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya dimungkinkan ada beberapa alasan. Di antaranya persoalan teknis seperti kerja di luar kota. atau juga bisa jadi tercoret dari DPT karena sudah meninggal dan lain sebagainya.

“Secara umum pelaksanaan Pilkada Serentak di Kudus berjalan lancar dan aman. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat untuk mensukseskan Pilkada Serentak 2018 ini,” pungkasnya. (MK/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :