Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan, Dukung Program Kudus Kabupaten Sehat

oleh

Kudus, isknews.com – Salah satu pilar dari Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah ODF (Open Defecation Free) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS). Bupati Kudus HM Tamzil sepakat verifikasi ODF di Kudus dilaksanakan di Agustus seperti yang telah direncanakan Dinas Kesehatan Kudus.

Hal ini disampaikannya pada Rapat rencana verifikasi ODF di Command Center, Pasalnya, selama ini Kudus telah berkomitmen untuk menjadi kabupaten sehat. H.M. Tamzil memaparkan Universal Health Coverage (UHC) Kudus mencapai 96 persen.

“Begitu pula pengelolaan bank sampah Kudus yang telah mencapai 50 persen. ODF sejalan dengan tujuan Kudus menjadi Kabupaten sehat. Saya mendukung penuh verifikasi dan deklarasi ODF dilaksanakan tahun ini,” kata Tamzil, Rabu (10/07/2019).

TRENDING :  Satu Lagi Desa di Jepara Alami Krisis Air Bersih
Bupati Kudus HM Tamzil saat mengikuti rapat pertemuan rencana verifikasi ODf di Kudus (Foto: istimewa)

Menurutnya dirinya siap untuk membuatkan aturan maupun meninjau langsung persiapan verifikasiserta mensosialisasikan ODF ke masyarakat.

Seperti diketahui, sejak awal kepemimpinannya, Tamzil telah berkomitmen menuju Kudus yang sehat. Beberapa gerakan kebersihan seperti Kudus bebas sampah 2025, maupun gerakan cuci tangan pakai sabun telah disosialisasikan dengan gencar Pemkab Kudus sejak 2018.

Kedepan, dia bertekad merealisasikan keempat pilar lain dalam STBM. Keempat pilar tersebut meliputi cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan yang sehat, pengelolaan sampah yang benar, dan mengelola limbah cair yang aman. H.M. Tamzil optimis Kudus siap merealisasikan kelima pilar mewujudkan Kudus yang sehat. “Insya Allah Kudus siap merealisasikan lima pilar STBM,” ungkapnya.

TRENDING :  Lima Desa di Wilayah Kecamatan Undaan Kudus Alami Kekeringan

Camat dan puskesmas diminta selalu mensosialisasikan ke masyarakat agar tidak BAB sembarangan. Pihaknya menjelaskan, ODF tak akan tercapai tanpa bantuan semua pihak. “Bapak dan ibu camat saya beri tambahan pekerjaan untuk mensosialisasikan ke masyarakat agar tidak BAB sembarangan, tentu saja bekerjasama dengan puskesmas,” ucapnya.

TRENDING :  Masa Libur Lebaran, Juru Foto Menara Dulang Rp 800 Ribu Perhari

Sementara itu Kabid Kesmas Dinkes Provinsi Jateng, dr Wahyu Setianingsih, M.Kes. Epid menyatakan Kabupaten Kudus akan menjadi kabupaten ke-13 yang berdeklarasi ODF. Rencananya ada sekitar 30-40 orang yang akan memverifikasi ODF, berasal dari unsur OPD Provinsi Jateng dan kabupaten sekitar Kudus.

Pihaknya berpesan agar pembinaan masyarakat tidak BAB sembarangan tidak selesai saat deklarasi. “Mengubah kebiasaan itu sulit, jadi jangan lantas selesai ketika sudah deklarasi ODF. Pembinaan harus terus dilaksanakan agar realisasi ODF benar-benar 100 persen,” jelasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :