Demi Dapat Gelar Adiwiyata, Seorang Guru Di SMP 2 Gebog Rela Jadi Pemungut Sampah

oleh

Kudus, isknews.com – Keseriusan SMP 2 Gebog untuk menjadi sekolah Adiwiyata tampaknya tak diragukan lagi. Berbagai kegiatan telah dan akan dilakukan. Seorang guru di SMP 2 Gebog rela memungut sampah jajan murid-muridnya demi mendapat gelar Adiwiyata, pasalnya sampah jajan anak anak nantinya akan dimanfaatkan dan di daur ulang untuk menjadi kreatifitas serta demi kebersihan lingkungan sekolah.

Sekolah SMP 2 Gebog adalah salah satu sekolahan yang akan mengikuti lomba Adiwiyata tahun 2017 dari beberapa sekolah SD, SMP serta SMA sekabupaten Kudus yang akan dinilai pada bulan Maret tahun 2018 mendatang.

TRENDING :  Universitas Muria Kudus Segera Tambah 5 Prodi Baru

Soman selaku Ketua Tim Adiwiyata SMP 2 Gebog memiliki optimisme yang besar untuk hal ini, saat ditemui isknews.com ia mengungkapkan bahwa “Tahun ini tentunya kita sangat menginginkan SMP 2 Gebog bisa meraih penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata. Saya optimis itu jika semua pihak bersungguh-sungguh dan mau bekerja sama. Saya rela memungut sampah gelas plastik, kardus, kertas kertas bekas untuk dikumpulkan serta nantinya di daur ulang, dan hasil daur ulang tersebut nantinya akan kita jual ke pengepul rosok”, ungkapnya.

TRENDING :  Keluarga Penerima Manfaat di Kudus Mulai Terima Bantuan Pangan Non Tunai

Dia juga menambahkan, “Dengan demikian, Hasil penjualan dari sampah serta iuran para guru per orang Rp. 200.000 tersebut, nantinya akan kita gunakan untuk membantu membeli alat alat kebersihan, pot bunga, pasir serta penataan lingkungan”, imbuhnya.

TRENDING :  Air Kedung Krobyokan Meningkat, Petani Desa Kirig Mulai Mengolah Sawah

Saya berharap dengan adanya lomba Adiwiyata tahun 2017 ini, dapat dukungan dari semua warga sekolah, lingkungan sekitar, Alumni, wali murid, komite serta pihak ke tiga yang mau mendukungnya. semoga sekolah SMP 2 Gebog bisa lolos maju ke tingkat Jawa Tengah, imbuhnya. (LR)

KOMENTAR SEDULUR ISK :