Desa Kedungpancing Bakal Miliki Wisata Susur Sungai Silugonggo

oleh
Desa Kedungpancing Bakal Miliki Wisata Susur Sungai Silugonggo
Foto: Perahu naga milik BUMDes Kedungpancing yang bakal dijadikan sarana wisata Susur Sungai Silugonggo. (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Sungai Silugonggo atau dikenal dengan sebutan Kali Juwana seolah menjadi ikon tersendiri bagi masyarakat Kecamatan Juwana Kabupaten Pati pada umumnya. Panjangnya aliran sungai tersebut menyimpan potensi tersendiri. Jika digarap dengan baik maka akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Desa Kedungpancing misalnya, desa ini berada di daerah aliran sungai Silugonggo. Pemerintah desa setempat mulai menggagas untuk memanfaatkan sungai besar ini menjadi daerah wisata. Menurut penuturan Kepala Desa Kedungpancing Didik Narwadi sungai Silugonggo adalah aset penting yang harus dimanfaatkan. Akhirnya, melalui BUMDes dengan mengunakan Dana Desa ia pun membeli tiga perahu naga.

TRENDING :  85 Stand UMKM Semarakkan Ekspo Koperasi UMKM Pati 2018

“Perahu naga milik BUMDes Kedungpancing ini kami beli untuk sarana olah raga dan wisata. Harga perperahu dengan bahan fiber itu mencapai sekitar Rp. 40 juta. Kami eli di Cilacap,” terang Didik Narwadi saat ditemui diacara Festival Perahu Naga, Senin (18-06-2018).

Ketiga Perahu Naga milik BUMDes Kedungpancing tersebut sudah diuji coba dalam lomba balap perahu naga Silugonggo Cup IV.

“Setelah ini (lomba balap perahu naga-red) perahunya akan disewakan untuk trayek wisata susur sungai Silugonggo. Harapannya supaya masyarakat lebih tahu tentang perahu naga dan lebih mengenal Sungai Silugonggo,” lanjut Didik.

Guna merealisasikan hal tersebut, Pemerintah Desa dan BUMDes Kedungpancing sudah mempersiapkan beberapa hal, diantaranya nahkoda dan penabuh drum pengatur ritme, yang diambil dari Karang Taruna setempat serta pelampung. Nantinya semua lapisan masyarakat bisa menyewa, tidak terbatas pada mereka yang telah mahir mengemudi perahu.

TRENDING :  Warga Dukuhwaringin Rutinkan Kerja Bakti di Sekitar Air Terjun Kedung Gender

“Rencana nanti trayeknya sampai Jembatan Sampang. Tapi semua tergantung yang menyewa kuat apa tidak, kita menuruti saja. Tapi yang jelas ke arah selatan. Ide seperti ini kan supaya kami dari BUMDes juga mendapat pemasukan dari biaya sewa,” terangnya.

Hingga saat ini pihaknya mengaku sedang mematangkan konsep dan melakukan evaluasi. Terkait biaya sewa, sementara direncanakan antara Rp. 200 ribu – Rp. 300 ribu untuk 10 orang.

TRENDING :  Santri Tangkal Aktivitas Punk dan Narkoba Masuk Wilayah Margoyoso

“Itu terkait biaya sewa masih rencana dan konsep kami. Termasuk nanti juga ada sekadar snack atau minum yang kita kerjasama dengan warung di sepanjang sini (sungai silugonggo-red),” paparnya.

Didik berharap secepatnya konsep tersebut dimatangkan, sehingga pada Juli 2018 nanti wisata susur Sungai Silugonggo dari Desa Kedungpancing sudah bisa dibuka untuk umum.

“Mohon doanya, Insya Allah bulan depan kita buka. Karena kalau bulan ini masih banyak agenda seperti sedekah laut dan Pilgub Jateng,” pungkas Didik. (IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :