Desa Megawon Akan Kembangkan Bantuan Lumbung Pangan Secara Swadaya

oleh
ISKNEWS.COM
Foto: Lumbung Pangan di Desa Megawon, Kecamatan Jati. (Foto : Darmanto Nugroho/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kudus, memberikan uang sewa kepada desa yang mendapat bantuan lumbung pangan, melalui bidang ketahanan pangan Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpan) Kabupaten Kudus, mendorong desa yang bersangkutan untuk mengembangkan lumbung pangan secara swadaya. Hingga kini, terdapat 19 desa yang memperoleh bantuan lumbung desa.

Salah satu desa yang memperoleh bantuan lumbung pangan tersebut, adalah Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Menurut Kepala Desa Megawon, Nurasag, bantuan lumbung pangan itu diberikan pada Tahun Anggaran (TA) 2015. Desa hanya diminta menyediakan tanahnya, sedangkan bangunan fisik dari dinas terkait. “Jadi kami tinggal terima bangunan yang sudah jadi,”

Pada saat lumbung desa itu diserahkan pengelolaanya kepada desa, lanjutnya, belum bisa difungsikan secara optimal. Pasalnya bangunan lumbung pangan berukuran 20 x 35 meter itu, belum ada penerangan listrik dan lantai jemur. Status tanah desa pun belum jelas, karena belum ada perjanjian sewa dengan Pemkab. “Baru setelah dua tahun, tepatnya pada 2017 lalu, perjanjian sewa itu dibuat. Besarnya ongkos sewa berdasarkan luas tanah yang ditempati lumbung pangan. Untuk Desa Megawon, luas tanahnya 176 meter per segi, ongkos sewanya Rp 550.000 per tahun,”

TRENDING :  Sekda Pada Musrenbang RKPD 2018 : Ketatnya Regulasi Sektor Rokok Picu Tumbuhnya Angka Pengangguran Di Kudus

Dengan telah adanya status pemakaian tanah desa yang didirikan bangunan lumbung pangan itu, Pemerintah Desa Megawon berkeinginan mengembangkan lumbung pangan tersebut secara swadaya. Sebagai langkah awal, desa telah membangun jembatan sebagai akses menuju lumbung pangan, karena lokasi atau letak lumbung pangan itu berada di seberang saluran irigasi. Jembatan panjang 6 meter, lebar 2,6 meter itu, dibiayai dari APBDes Desa Megawon 2018, sebesar Rp 19 juta lebih,“ Untuk tahun berikutnya, direncanakan akan ditambah dengan fasilitas lantai jemur,” pungkas Kades Megawon itu.

TRENDING :  Diserang Nyamuk Warga Desa Langenharjo Mengeluh

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dispertan Pangan Kabupaten Kudus, Suartati Agustin, yang dihubungi terpisah, di ruang kerjanya pada isknews.com, mengatakan, pada awalnya, ungkapnya lanjut, bantuan lumbung pangan dari Dinas Ketahanan Pangan, diberikan kepada desa yang ditunjuk, dalam bentuk bangunan fisik, sedangkan tanahnya disediakan oleh desa.

TRENDING :  Mobil Dinas Dilarang Digunakan Untuk Mudik

Pemakaian tanah bondo desa itu, tanpa perjanjian apa pun, sehingga untuk pengembangan lebih lanjut, pihak dinas kurang leluasa. “Agar ada kejelasan mengenai penggunaan tanah milik desa itu, kami mengusulkan agar Pemkab memberikan kompensasi dengan menyewa tanah milik desa itu, kepada pemerintahan desa setempat.”

Usulan tersebut telah disetujui dan dianggarkan dalam APBD Kabupaten Kudus TA 2017. Besarnya ongkos sewa per tahun, disesuikan dengan luas tanah desa yang ditempati bangunan lumbung pangan. “Perjanjian sewa dan pembayarannya, langsung ditangani oleh Bagian Aset Pemkab Kudus.” jelas Suarti. (DM/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :