Desa Tempur dan Kunir, Desa Organik Berbasis Komoditas Kopi

oleh
Desa Tempur dan Kunir, Desa Organik Berbasis Komoditas Kopi
Foto: Istimewa

Jepara, ISKNEWS.COM – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mencanangkan Desa Tempur dan Desa Kunir sebagai desa organik berbasis komoditas kopi. Sebagaimana diketahui, masyarakat Desa Tempur sejak lama telah terbiasa mengelola kebun kopinya secara organik, dengan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia disekitarnya.

“Diharapkan dapat dihasilkan produk kopi yang berkualitas, yang mendukung kesehatan, hubungan sosial yang lebih manusiawi, pelestarian ekologi, sekaligus meningkatkan nilai tambah dari produk Kopi Jepara, serta kesejahteraan petani dan masyarakat yang juga meningkat,” pungkas Ahmad Marzuqi.

TRENDING :  Grand Max Vs Truk, Satu Orang Kritis

Direktur Perlindungan Perkebunan Direktorat Jendral (Ditjen) Perkebunan Kementerian Pertanian Dudi Gunadi, menjelaskan bahwa saat ini jumlah desa pertanian organik berbasis komoditas perkebunan ada sebanyak 155 desa di Indonesia, termasuk Desa Tempur dan Desa Kunir, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.

“Pengembangan pertanian berbasis komoditi perkebunan, bertujuan mengurangi petani pekebun terhadap input produksi yang tidak dikuasainya, seperti pupuk dan pestisida. Sehingga dapat mengurangi biaya produksi yang ditanggung oleh petani,” kata dia, usai mengikuti panen kopi bersama Bupati Jepara dan masyarakat petani kopi Desa Tempur beberapa waktu lalu.

TRENDING :  Pengurusan SIPI Dikeluhkan Nelayan

Ia pun meminta kepada kelompok tani peserta kegiatan, dapat menerapkan budidaya perkebunan yang ramah lingkungan dengan pola pemenuhan input usaha tani secara mandiri berbasis kepada potensi, kesesuaian agroklimat dan kearifan lokal. “Sehingga selanjutnya akan diperoleh hasil komoditas perkebunan yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” ujar Dudi Gunadi.

Potensi pertanian organik dunia dan Indonesia, diungkapkannya sangat besar. Pasar produk pertanian organik dunia meningkat 20 persen per tahun, dengan volume produk pertanian organik mencapai 5–7 persen, dari total produk pertanian yang diperdagangkan di pasar internasional. Oleh karena itu, pengembangan budidaya pertanian organik perlu diprioritaskan, khususnya pada tanaman yang bernilai ekonomis tinggi.

TRENDING :  Jelang Ramadhan, Stok Sembako Aman

Tahun ini juga akan dilaksanakan kegiatan perluasan tanaman kopi robusta seluas 150 hektar, untuk kawasan lereng Muria di luar Kecamatan yang sudah ada. Selaian itu, ribuan bibit kopi juga diberikan kepada petani kopi di desa tersebut. (ZA/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :