Desain Bangunan Minim Akses, Persulit Pemadaman Kebakaran Matahari

oleh
Petugas Pemadam kebakaran berjibaku mencoba padamkan api yang melalap KEM (Matahari Mal) Kudus (Foto : Yuliadi Mohammad)

Kudus, isknews.com – Kebakaran hebat yang melanda Kudus Extention Mall (KEM) atau yang lebih dikenal dengan Mal Matahari Kudus,hingga berita ini diturunkan api masih belum bisa ditaklukkan oleh para petugas pemadam Kebakaran gabungan seluruh perusahaan pemilik armada Damkar di Kudus, pemkab dan BPBD bahkan bantuan armada pemadam dari Pemerintah Kabupaten Demak.

Api sudah mencapai lebih dari separoh tubuh gedung KEM (matahari Mal) Kudus, sementara armada pemadaman terus ditambah bantuan dari kabupaten tetangga sebelah (Foto: Yuliadi Mohammad)

Menurut Ubaid (40)  warga sekitar Matahari, mengatakan, asap mulai membumbung pada sekitar pukul 06.00 WIB pagi,

“Saya melihat awal api berasal dari sebelah barat dibagian utara,” ujar Ubaid yang saat kejadian sedang melintas pulang mengantar isterinya belanja dari pasar Bitingan yang tak jauh dari Lokasi Kebakaran.

TRENDING :  Operasi Ketupat Candi 2018, Polres Kudus Terjunkan 212 Personel

“Melihat adanya asap hitam tebal dari Matahari, para pedagang dan pembeli yang ada di Pasar panik dan berhamburan membawa dagangannya,” katanya.

Belasan unit pemadam kebakaran langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Berapa harus memecahkan seluruh kaca lantai dua untuk menembus titik api.

 

Menurut Hardi Cahyana, Chief Fire Fighter PT. Djarum, sulitnya pemadaman kebakaran di gedung Pemkab yang kini disewa oleh PT KEM ini adalah akibat minimnya akses untuk antisipasi kebakaran.

TRENDING :  Kebakaran di Desa Margorejo Diakibatkan Korsleting Listrik

“Desain gedung ini dulu dibangun kurang miliki akses yang baik untuk antisipasi kebakaran, bahkan hidran yang tesediapun masih kurang bisa mengantisipasi kebutuhan debit air armada kebakaran,” katanya.

Ditanya penyebab kebakaran, Hardi menduga untuk sementara  dugaan penyebab terjadinya kebakaran adalah dari konrsleting listrik. Pasalnya, kebakaran terjadi saat tidak ada aktivitas di dalam gedung Matahari.

Sejumlah kaca yang ada di gedung itu juga sempat dipecahkan, agar asap yang mengepul di dalam gedung segera keluar dan memudahkan pemadamana api.

Kondisi gedung sudah nyaris seluruhnya terbakar, sepertinya hanya tinggal lantai satu yang kondisinya agak lebih baik, titik api bahkan sudah menjalar sampai di eskalator.

TRENDING :  Wang Sinawang

 

“Makanya upaya kita adalah menghentikan laju kobaran api agar tidak menyeberang ke Hypermart, yang berada di seberang Mal Matahari dan terkoneksi melalui lorong yang terhubung antara dua mal tersebut,” katanya.

Sementara sejumlah pemilik gerai, utamanya di lantai dasar sibuk menyelamatkan barang dagangannya dan warga masih berjubel menyaksikan proses pemadaman Mal terbesar di kota kretek ini. (YM)

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :