Deteksi Dini Ampuh Turunkan Risiko Kanker

oleh

Jepara, ISKNEWS.COM – Kanker masih menjadi penyakit dengan risiko kematian yang cukup tinggi. Kanker serviks dan kanker kanker payudara termasuk di antaranya yang menyebabkan jumlah tersebut tinggi di Indonesia. Meskipun demikian, risiko yang paling banyak menyerang wanita usia produktif dengan rentang usia 25 hingga 64 tahun ini dapat dicegah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara, Mudrikatun mengatakan, tindakan preventif merupakan salah satu solusi mengurangi penyebaran virus penyebab kanker. Gaya hidup sehat dan melakukan deteksi dini diyakini ampuh untuk menurunkan risiko kanker pada wanita. “Lakukanlah untuk deteksi dini. Selain untuk mendeteksi kanker serviks, tujuannya adalah juga kita mengupayakan jangan sampai nanti cenderung ke penyakit yang memang itu menjadi perhatian,” ujarnya, dalam acara deteksi dini kanker serviks dan payudara melalui metode pap smear dan sadari, di UPT Puskesmas Keling II, Kecamatan Keling, Kamis (02-08-2018).

TRENDING :  Danramil 08/Gebog dan Pasiter Kodim 0722/Kudus Adakan Rakorlak KB-Kes Bersama Pemdes Kedungsari

Mudrikatun menjelaskan bahwa, kurangnya pemahaman untuk melakukan deteksi dini serta minimnya pencegahan membuat penyakit ini semakin mudah menyerang. Selain itu, kanker serviks cenderung tidak menunjukkan gejala. Sehingga seringkali terdeteksi saat kanker telah memasuki stadium lanjut. Jika hal demikian itu terjadi, pasien hanya bisa ditangani dengan menjalani kemoterapi serta radiasi.

TRENDING :  Si Jago Merah Melalap Rumah Warga Growong Lor

Deteksi dini kanker serviks dengan pap smear, dianjurkannya minimal satu tahun satu kali. Apabila pasien terdeteksi gejala kanker serviks maka masih bisa diobati. “Gejala itu bisa muncul kapan saja. Bahkan ada kejadian, yang serasa setiap hari itu ditanya tidak ada keluhan, tiba-tiba setelah diperiksa sudah CA Serviks stadium tiga,” kata dia.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Keling II dr Muhammad Amirudin Khairul Amin mengatakan, kegiatan deteksi dini kanker serviks dan payudara melalui metode pap smear dan sadari, dalam rangka peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI. Pap smear dikatakan dr. Dino, sapaan akrabnya, berguna untuk mendeteksi jika ada sel-sel abnormal yang berpotensi berubah menjadi sel kanker. Namun hasil tes yang abnormal tidak berarti seseorang tersebut menderita kanker serviks. “Kebanyakan hasil abnormal disebabkan oleh infeksi atau adanya sel berisiko kanker yang bisa ditangani dengan mudah,” ujar dr Dino.

TRENDING :  Ini Alasan Stadion Joyokusumo Tak Terawat

Selain melakukan tes pap smear secara rutin, seorang wanita juga perlu melakukan perilaku CERDIK dalam pencegahan kanker. Yaitu, Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan gizi seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola stress. (ZA/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :