Deteksi Dini dan Penanganan Gangguan Psikotik di Faskes Tingkat Pertama

oleh
Pelatihan deteksi dini dan penanganan gangguan psikotik di faskes tingkat pratama di Retoran Garuda Kudus, Rabu (09-05-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Untuk meningkatkan kompetensi dokter dalam bidang kesehatan jiwa. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Kudus menyelenggarakan sebuah acara Diskusi Bersama Pakar dengan tema Deteksi Dini dan Penanganan Gangguan Psikotik di Faskes Tingkat Pertama.

Acara yang dilaksanakan pada Rabu (09-05-2018) di Restoran Garuda, ini menghadirkan narasumber dr. Syarifah Rose Sp.KJ dan dr. Agung kadarman S Sp.KJ. Dengan dihadiri 50 anggota IDI Kudus yang bekerja pada faskes pratama seperti puskesmas, klinik dan praktek mandiri.

“Psikotik adalah gangguan jiwa berat yang ditandai halusinasi, perasaan atau anggapan berlebihan atau waham, pembicaraan meracau dan perilaku perilaku negative. Dalam penanganan gangguan psikotik dibutuhkan pendekatan biologis berupa terapi dan tindakan medis, pendekatan psikososial dan pendekatan sosiologis,” jelas dr. Syarifah Rose Sp.KJ.

TRENDING :  Deteksi Dini Ampuh Turunkan Risiko Kanker

Gangguan psikotis ini dapat menimbulkan dampak sosial antara lain meningkatnya angka kekerasan di rumah tangga maupun di masyarakat, bunuh diri, penyalahgunaan zat, perceraian, kehilangan pekerjaan, kenakalan remaja, masalah di pendidikan, kemiskinan, pemasungan dan lain sebagainya. Beban dari gangguan psikotis ini tidak hanya dirasakan pada penderita, keluarga dan teman saja, namun masyarakat dan negara juga turut merasakan dampaknya.

TRENDING :  Riena Retnaningrum Buka MTQ dan STQ Tingkat Kabupaten Kudus Ke XXV

Diungkapkanya, bahwa diskusi ini bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi keilmuan bagi peserta dalam memberikan masukan tenang penanganan kesehatan jiwa di Kabupaten Kudus. Mengingat kesehatan jiwa masuk ke dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) nasional yang harus dilaksanakan di setiap Kabupaten.

Dengan berbekal kompetensi ini, dokter diharapkan dapat melakukan tatalaksana kasus gangguan jiwa di faskes tingkat pratama dengan memperhatikan komorbiditas fisik dan jiwa serta sistem rujukan yang berjalan baik. Selain itu, dokter berperan melaksanakan deeksi dini masalah kesehatan jiwa, melakukan wawanacara psikiatrik, penegakan diagnosis dan penatalaksanaan gangguan psikotik, dan lain lain.

TRENDING :  Kecelakaan Beat vs Vixion

“Diskusi ini menjadi trobosan dan masukan bagi peserta dalam mencapai target standar pelayanan jiwa di Kabupaten Kudus. Progam rutin bulanan dari bidang ilmiah IDI Kudus ini, semoga dapat terus terlaksana untuk meningkatkan kompetensi dokter di Kabupaten Kudus,” pungkasnya. (NNC/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :