rusunawa

Di Balik Kemegahan Rusunawa Bakalan Krapyak Kudus

Kudus, isknews.com – Proyek megah Rusunawa Kudus terletak di Desa Bakalan Krapyak Kaliwungu.  Lokasinya pun strategis, karena sekitar nya pun telah berdiri luas area terminal bagi para peziarah wisata religi Menara. Bangunan yang didirikan sekitar 7 tahun yang lalu ini di resmikan setahun setelah bangunan tersebut berdiri. Walaupun sedikit menjorok ke plosok namun jalur akses ke pusat kota cuma sekitar 3 km.

Berdiri dengan bangunan 5 lantai termasuk lantai paling bawah, rusunawa sampai saat ini masih berdiri dengan kokohnya. Rusunawa sendiri merupakan proyek dari pemerintahan pusat yang di kelola oleh pemerintah daerah supaya menjadi satu tujuan keberhasilan pemerintah di kudus dalam mengupayakan pendirian bangunan, rumah susun sederhana di ikuti oleh pembangunan berupa rusunawa baru berjumlah 2 lokal (yang sekarang nampak kosong) berarti jumlah keseluruhan menjadi 4 unit. Dalam satu lantai terdiri dari 24 rumah hunian bertipe 21 dengan fasilitas satu ruang tamu, satu kamar mandi, dan satu ruang dapur juga sebagai ruang gudang belakang pun ada.

Baca Juga :  Penandatanganan MOU "Program Bayi Lahir Pulang Membawa Akte" Dengan RSU & RSIA Se Kudus

10906423_898480900171335_1376355941839732920_n

Mengenai warga masyarakat di rusunawa Kudus itu sendiri terdiri dari berbagai daerah dan kota, prosentase untuk warga kudus mencapai 87% sedangkan yang lainnya dari kota lain. Dan kebanyakan warga rusunawa Kudus merupakan masyarakat Kudus yang saat ini kurang beruntung karena penurunan ekonomi.

Grafik saat ini untuk yang meninggalkan rusunawa dan memasuki rusunawa adalah sebanding, mengingat ini merupakan tempat hunian sementara sesuai program pemerintah sebelum mendapatkan rumah sendiri. Tetapi pertanyaannya, apakah semua yang keluar dari tempat ini adalah orang yang sangat beruntung?

Baca Juga :  Sipintar Menjadi Teman Belajar Yang Mengasyikkan

Bisa memiliki hunian rumah sendiri bisa dikatakan ya itu 10% karena mereka bisa keluar dari rumah susun ini dengan alasan yang berbeda karena rumah mereka sudah jadi (sebenarnya sudah punya rumah tapi dirusun cuman sementara selagi renovasi rumahnya jadi) atau karena sudah bosan karena keadaan.

Terus pertanyaan yang kedua untuk 90%nya kemana? bisa di pastikan karena terpakasa di usir pihak poengelola (tunggakan) atau karena tidak mematuhi peraturan dan juga tata tertib peraturan yang belum jelas sampai saat ini. “Keadaan ini bukan kesalahan dari Pemerintah Daerah, melainkan sistem perekonomian yang sangat mencekik untuk orang kecil seperti kami”, ujar salah seorang warga hunian rusunawa.

Baca Juga :  Musthofa "Peninjauan Dimaksudkan Untuk Melihat Langsung Kondisi Lapangan, Bukan Hanya Laporan".

Kami berharap kedepannya bisa menjadikan rusunawa yang layak huni dan sehat dalam pemikiran kita semua, baik itu warga penghuni maupun pihak pengelola.’Pungkasnya.(AS)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?