Di Kudus Kasus DBD Terus Meningkat

Di Kudus Kasus DBD Terus Meningkat

Kudus, isknews.com – Kasus penyakit DBD di Kabupaten Kudus, dari hari ke hari, semakin meningkat. Dalam satu bulan terakhir ini, yakni Januari 2017, jumlahnya mencapai 300 kasus, sedangkan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 2 orang. Upaya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dalam meminimalisir kasus dan mengurangi jatuhnya korban, diantaranya adalah melakukan fogging (penyemprotan) setiap hari.

Kepala Seksie (Kasie) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Subiyono, yang dihubungi isknews.com, Kamis (02/2), di ruang kerjanya, membenarkan hal itu. Menurut dia, semakin meningkatnya DBD di Kudus, selain ditandai dengan bertambahnya jumlah penderita yang masuk ke rumah sakit/puskesmas, juga bisa dilihat dari banyaknya permintaan fogging. “Sedikitnya dua kali permintaan fogging dalam satu hari.”

Permintaan fogging tersebut, datangnya dari desa endemis DBD di Kudus, yakni yang selama 3 tahun berturut-turut, terjadi kasus DBD. Jumlah desa endemis DBD itu sebanyak 85 dari 132 desa/kelurahan di Kabupaten Kudus, tersebar di 9 kecamatan.
Rinciannya, Kecamatan Kota 13 desa, Jati 12, Bae 10, Kaliwungu, Undaan, Jekulo, Mejobo, Dawe dan Kecamatan Gebog, masing-masing 9 desa.

BACA JUGA :  Aksi Sosial Peduli AIDS di CFD Kudus

Selain itu, di Kudus juga ada desa yang masuk dalam kategori endemis DBD sporadis, yakni dalam kurun waktu 3 tahun ada kejadian kasus DBD, tetapi dalam 2 – 1 tahun terakhir tidak ada kasus DBD. “Jumlah desa sporadis ini tercatat sebanyak 41 desa di 8 kecamatan, yakni Kecamatan Kota 11 desa, Jati 1, Kaliwungu 6, Jekulo 3, Dawe 8 dan Kecamatan Gebog 1 desa.”

Meskipun setiap hari terjadi kasus DBD, bahkan jumlah terus meningkat, namun ada tiga desa yang potensial, yakni selama 3 tahun berturut-turut tidak terjadi kasus DBD. Hal itu dikarenakan warganya dengan kesadaran sendiri melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), secara gotong royong dan kontinyu. Sehingga nyamuk DBD tidak bisa berkembang dan bebas dari penyakit tersebut. “Tiga desa tersebut, adalah Desa Krandon, Kecamatan Kota, Kedungsari (Gebog) dan Piji (Dawe)” jelas Kasie PPM DKK Kudus itu. (DM)

BACA JUGA :  Puskesmas Harus Bisa Menjadi Pusat Layanan Kesehatan Mandiri
KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post