Di Kudus Tercatat 83 Orang Terserang Penyakit Kusta

by

KUDUS, isknews.com —Selain Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit kusta juga terjadi di Kabupaten Kudus, dan tercatat sebanyak 83 orang yang terserang penyakit tersebut. Menurut Kepala Seksi Pencegahan Penyakit dan Kejadian Luar Biasa (P2KLB), Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Subiyono, dari 83 penderita kusta itu, sebanyak 70 orang mengalami kusta basah dan 13 orang kusta kering.

Dihubungi isknews.com, di ruang kerjanya, Jumat (23/10), data penderita kusta itu tersebar di sejumlah wilayah kerja (wilker) puskesmas kecamatan, namun kasus kusta terbanyak ditemukan di wilker Puskesmas Tanjungrejo dan Puskesmas Gribig, dengan jumlah temuan masing-masing Puskesmas delapan kasus. Rinciannya, di wilker Puskesmas Tanjungrejo terdiri atas delapan penderita kusta basah, sedangkan di wilker Puskesmas Gribig terdapat enam penderita kusta basah dan dua kusta kering. “Meskipun demikian, penderita kusta ditemukan hampir di 17 Puskesmas se Kabupaten Kudus, tujuh Puskemas diantaranya endemis kusta.”

Subiyono selanjutnya menjelaskan, penyakit kusta adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium. Baik kusta basah (pausibasiler) maupun kusta Kering (multybasiler) tersebut disebabkan oleh bakteri yang sama. Faktor penentu yang menyebabkan seseorang bisa terserang kusta, adalah tinggi rendahnya kekebalan tubuh. Contoh kasus, seseorang yang terkena kusta kering, bisa meningkat menjadi kusta basah jika daya tahan tubuhnya semakin melemah dan tidak segera mendapat pengobatan. Dibutuhkan waktu sedikitnya 12 bulan, untuk pengoabatan penderita kusta basah, sedangkan kusta kering hanya membutuhkan waktu enam bulan. “Bagi warga yang mengalami atau memderita kusta, bisa mendapatkan obat kusta dari Puskesmas kecamatan setempat, secara cuma-cuma, dan DKK menyediakan stok obat penyakit kusta, yang jumlahnya cukup banyak.

KOMENTAR SEDULUR ISK :