Di Tangan Supriyadi Drum Bekas “Disulap” Jadi Mebel Unik

Di Tangan Supriyadi Drum Bekas “Disulap” Jadi Mebel Unik

Kudus, isknews.com – Drum-drum bekas yang sudah tidak terpakai, di tangan Supriyadi, 26 tahun, bisa “disulap” menjadi mebel unik dan cantik. Bentuknya pun beragam, dari mulai kursi busa, sofa, rak, almari satu pintu, sampai kursi atau bangku untuk meja rias. Meskipun produksinya baru berdasarkan pesanan, mebel daur ulang drum buatan Bengkel Las/Daur Ulang “Kreasi Jaya Abadi”, beralamat di Desa Jati Wetan, Gang Abimanyu, RT-02/RW-01, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus ini, pemasarannya sampai ke Semarang, Solo, bahkan sudah melebar sampai ke Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Ditemui isknews.com, di stand pameran UMKM perlombaan desa, di Balai Desa Jati Wetan, Supriyadi, menuturkan memulai usahanya membuat mebel dari bahan daur ulang drum, sekitar satu tahun. Sebelum itu, bengkel lasnya mengerjakan pesanan untuk kebutuhan bangunan perumahan dan kantor, diantaranya kanopi, pagar besi dan lain-lain. “Karena berdasarkan pesanan, tidak setiap hari ada order. Dari situlah, muncul keinginan mencari terobosan baru yang bisa dikerjakan di bengkel.”

TRENDING :  Daur Ulang Sampah Plastik, Mempunyai Nilai Ekonomis Tinggi

Keinginan untuk membuat inovasi itu terujud, manakala dia pada suatu saat berjalan-jalan, melihat ada tumpukan drum-drum bekas. Dalam pemikirannya, drum bekas itu, kalau dibuat mebel, tentun hasilnya akan unik dan menarik. Dari beberapa drum bekas, setelah melalui pengamatan berdasarkan ketebalan, pilihan jatuh pada drum bekas ethanol. Dengan memborong sejumlah drum bekas, Supryadi pun memulai usahanya dengan membuat beberapa contoh mebel, seperti kursi berlapis busa, rak dan kursi meja rias. “Contoh barang yang sudah jadi itu, kemudian saya tawarkan melalui online.”

TRENDING :  Kelompok Transport, Komunikasi Dan Jasa Penyumbang Terbesar Ke Dua Inflasi Kudus

Usaha itu ternyata membuahkan hasil. Tidak membutuhkan waktu lama, pesanan melalui online pun mulai bermunculan. Pemesan itu diantaranya dari Semarang dan Solo. Barang yang dipesan, adalah kursi busa, rak dan bangku meja rias. Untuk bangku meja rias, Supriyadi pernah menerima pesanan sebanyak 100 buah, dari pemesan yang beralamat di Bandung. “Kalau untuk rak dan kursi busa, jumlah pesanan 3 – 6 buah.”

TRENDING :  BPBD Bersih Kali desa Golantepus

Mengenai keuntungan, bervariasi dan tergantung dari jenis barang. Untuk rak dengan modal Rp 250.000 per buah, lakunya Rp 300.000. Kursi busa, modal 150.000, lakunya Rp 200.000. Meja rias, dijual dengan harga Rp 100 ribu. Yang paling tinggi harganya, adalah almari satu pintu, Rp 400 – 500 ribu. “Bahan lain yang saya gunakan, selain drum bekas, adalah triplek, busa dan kulit imitasi jenis Oscar,” jelas pengusaha kerajinan las yang mempekerjakan dua orang pembantu itu.(DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*