Diancam Penjara, Balon Bupati Yang Pasang Reklame Di Pohon

by
ISKNEWS.COM

Kudus, isknews.com – Memasang reklame dengan cara menempel dan memaku di pohon, dapat diancam pidana kurungan paling lama tiga bulan, atau denda paling banyak Rp 50 juta. Hal itu berlaku bagi semua warga masyarakat, termasuk tim sukses atau bakal calon bupati (balon) yang menjelang pilkada serentak 2018 sekarang ini,  gambar balon bupati marak terpasang di pohon-pohon penghijauan di tepi jalan, terutama di pedesaan.

TRENDING :  Atiqoh Ganjar Bantu 1500 Bibit Hijaukan Kawasan Wonosoco

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setda Kabupaten Kudus, Suhastuti, dalam acara Focus Group Discussion Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Pemilu Partisipatif, Sabtu (16/12/17), di Hotel Griptha.

Kegiatan yang digelar oleh Panwaslu Kabupaten Kudus itu, menghadirkan tiga nara sumber, selain Suhastuti, adalah Kepala Bagian Hukum Pemkab Kudus, Juhanah, mantan anggota Bawaslu Jateng dan Ketua Panwaslu Kabupaten Kudus, Moh Wachibul Minan. Peserta yang diundang penyuluh agama perwakilan dari sembilan kecamatan se Kabupaten Kudus, sebanyak 60 orang.

TRENDING :  Panwascam Harus Jaga Integritas

Menurut Suhastuti, larangan menempel dan memaku reklame di pohon itu, diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Daerah Tingkat II Kudus Nomor 10 Tahun 1996,  tentang Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban dalam wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Kudus, sebagaimana telah diubah dengan Perda Kabupaten Kudus Nomor 8 Tahun 2015, tentang Perubahan atas Perda Kabupaten Daerah Tingkat II Kudus Nomor 10 Tahun 1996 tentang Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban dalam wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Kudus.

TRENDING :  Kapolres Berharap Pilkada Kudus Berlangsung Damai

KOMENTAR SEDULUR ISK :