Dibalik Kecantikan Bunganya, Ternyata Indah Prospek Usahanya

oleh
Rangkaian bunga sisntesis di Jalan Pangeran Puger Kudus, Rabu (09-05-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Hiasan warna warni bunga sintetis menghiasi sudut-sudut festival dhandhangan Kudus. Salah satunya di Jalan Pangaran Puger, Desa Demaan, nampak beberapa lapak penjual bunga sintetik berjajar rapi.

Setiap hari, sangat menguntungkan dalam balutan vas bahagia berbaris rapi mempercantik wajah jalan tersebut. Tak bisa, jika terjadi ini menjadi satu daya tarik bagi masyarakat yang membelokkan lalang.

Harga yang tersedia dan cukup terjangkau, salah satu penjual, Eko Santoso (40) mengungkapkan jika harga untuk satu tangkai bunga antara Rp. 5.000 – 30.000. Sedang untuk paket lengkap dengan vas bunga, dipatok dengan harga Rp. 90.000 hingga jutaan tergantung kualitas barang.

 

Eko tengah merangkaian bunga sisntetis di Jalan Pangeran Puger Kudus, Rabu (09-05-2018). (Nila Niswatul Chusna / ISKNEWS.COM)

 

TRENDING :  Uniknya, Dialek Bahasa Jawa Khas Kudus

“Untuk bunga sintetis, vas dan kerajianan ini sebagaian besar, saya datangkan langsung dari Yogjakarta dan sisanya adalah produk China. Untuk minat pembeli, rata-rata Baik Produk Lokal, karena harga yang murah dengan kualitas yang lumayan,” demikian Saja. .

Dalam perbincangan singkat itu, Eko sapaan akrabnya sudi berbagai sepenggal kisah keluarga menggeluti dunia ini. Belasan kota malang melintang ke berbagai kota menjual bunga dan berolahraga membuat Eko cukup masuk manis getirnya usaha ini.

Dimulai di tahun 2005, Eko memutuskan resign dari pekerjaanya sebagai karyawan kantor dan memilih usaha ini. Menurutnya, pekerjaanya di kantor tidak berkembang sehingga ia memilih hengkang. Selain itu, mengkoleksi kerajinan merupakan hobinya sejak lama, sehingga memantapkan tekatnya untuk berjualan kerajinan.

TRENDING :  Kisah Awal Mula Desa Rendeng

“Modalnya hanya nekat dan uang Rp. 5 juta untuk membeli sejumlah kerajinan. Karena saya menyukai kerajinan, makanya saya betah menggeluti bisnis ini. Dari rasa suka, saya kembangkan bisnis ini sesuai dengan perkembangan zaman,” tuturnya.

Untuk kendala, Eko mengaku tidak mengalami kendala yang signifikan. Dengan strategi bisnis yang bagus, dirinya mampu meminimalisir masalah tersebut. Adapun strategi bisnis yang diterapkan oleh Eko mengutamakan service pada pembeli.

Bentuk service yang diberikannya berupa harga jual yang sesuai pasaran, jasa rangkai bunga dan jasa antar barang. Dengan service yang baik pada pembeli, Eko percaya target penjualannya akan meningkat dengan sendirinya.

TRENDING :  Kisah Cinta Dewi Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku

“Untuk harga yang saya tawarkan relatif sama, yang menjadi fokus utama saya adalah service atau pelayanan pada pembeli. Jika pembeli merasa puas dan senang dengan pelayanan kami, maka lain waktu ia akan membeli atau secara tidak langsung ia mempromosikan produk kami. Itu yang saya cari. Soal keuntungan saya tidak mengambil banyak, hanya sekitar 30% saja,” ungkapnya.

Seteletah belasan tahun menggeluti dunia ini, kini ia mampu menggerakan perekonomian keluarga dan keempat karywannya. Tidak hanya itu, saat ini Eko telah mengembangkan sayapnya ke bidang dekorasi, dengan membuka sebuah rumah dekorasi di Kabupaten Kudus.

Tak disangka dari bisnis semacam ini, jika ditekuni dan dipupuk dengan kerja keras dapat menjadi sebuah peluang usaha yang prospektif. (NNC/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :