Diduga Akan Hambat Saluran Air, Pembangunan Masjid Di Desa Mijen Dipersoalkan Warga

Diduga Akan Hambat Saluran Air, Pembangunan Masjid Di Desa Mijen Dipersoalkan Warga

Kudus, isknews.com – Sejumlah kurang lebih 25 orang, warga Dukuh Demangan Desa Mijen RT 09 RW VI Kecamatan Kaliwungu Kudus, siang tadi menggelar unjuk rasa, mereka berunjuk rasa terkait rencana Pembangunan sebuah masjid yang berada di Desanya, unjukrasa yang dilakukan disebelah Timur jalan Lingkar Baru Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus tersebut berlangsung pada sekitar pukul 9.30 pagi tadi (15/8).
Warga berunjukrasa karena proyek pembangunan masjid tersebut, menurut mereka telah menyebabkan saluran air tertutup oleh rencana pembangunan mesjid tersebut, “Kalau saluran ini diurug dan di atasnya didirikan bangunan, saat hujan deras rumah kami pasti kebanjiran. Sebab, air tak bisa mengalir lancar ke sungai,” kata warga.
Dalam aksinya warga menggelar poster yang bertuliskan antara lain, “Saluran air ditutup warga nuntut sungai kembali sungai”, “bangunan jangan diteruskan”, “Bangunan ini disegel warga RT 09 RT VI”, “Warga menolak penutupan sungai”, “Mendirikan bangunan tanpa musyawarah warga dan Desa”.
Selanjutnya oleh pihak Desa, warga yang melakukan aksi di tepi jalan selanjutnya di ajak menuju Aula Balai Desa Mijen, untuk beraudiensi dengan pihak panitia pembangunan Masjid dan Pemdes Mijen, serta wakil dari Dinas terkait yang diantaranya dari Kabid Perijinan Pembangunan Pemkab Kudus, Muhammad Fitrianto, Sekcam Kaliwungu dan PJS Kepala Desa Mijen dan wakil dari unsur BPSDA.
Dari hasil audensi antara warga, panitia pembangunan Masjid, Pemdes Mijen dan Dinas terkait tersebut antara lain, Aspirasi dari warga ditampung dan akan dilaksanakan rapat koordinasi dengan mengundang instansi setempat maupun pihak terkait dalam rangka mengkaji pembangunan masjid dan saluran air.
Terkait dengan pembangunan masjid dan saluran air agar dihentikan sementara sampai menunggu hasil peninjauan dari BPSDA Provinsi. Pihak panitia pembangunan masjid agar melengkapi perijinan (IMB) dalam pembangunan masjid dan saluran air sesuai prosedur yang ada. Bahwa perlu adanya kesepakatan bersama dalam penyelesian permasalahan dan sama- sama menjaga kondusifitas wilayah agar tetap damai..
Sementara itu, Pj Desa Mijen, M Fitrianto mengatakan, tindakan yang dilakukan adalah menghentikan sementara pembangunan. Langkah itu dinilai pas dilakukan saat ini. Menurutnya yang juga Sekcam Kaliwungu itu, izin ke warga soal pembangunan juga belum ada. Selain itu, koordinasi dengan desa dan kecamatan hanya dilakukan sekali. Tepatnya saat hendak membangun.
Dalam syarat pembangunan saat pertemuan dulu, dikatakan kalau harus dilengkapi spesifikasi yang mumpuni. Hanya, masalah spekulasi belum diketahui. “Katanya sudah bertemu dengan Dinas Bina Marga dan PSDA. Namun ada syarat yang harus dipenuhi yakni dengan spesifikasi (spek). Lha speknya yang kami belum tahu sudah dijalankan atau belum,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kawasan itu memang beberapa kali terkena banjir. Hal itu, membuat warga makin takut dengan pengurukan irigasi. “Kalau banjir bisa sampai perut. Itulah yang kemudian dikhawatirkan warga kalau sampai banjir,” ungkapnya. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  PTPN IX Eksekusi 20 Ha Lahan Yang Belasan Tahun Dikuasai Warga

Share This Post