Diduga Depresi Akibat Tekanan Pekerjaan, Seorang Penjahit Nekad Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri

by

Kudus, ISKNEWS.COM – UA (28), warga Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, yang berprofesi sebagai penjahit mengkahiri hidupnya dengan cara gantung diri, Sabtu (23/12/2017). Diduga korban nekad bunuh diri lantaran tekanan pekerjaan yang terlalu tinggi.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun ISKNEWS.COM, korban nekad bunuh diri karena pekerjaannya selalu dianggap tidak layak oleh bosnya. “Dugaannya begitu, karena sempat cerita sering dikembalikan jahitannya. Bahkan pekerjaan membuat kerudung 300 buah yang sudah dikerjakan dikembalikan karena dianggap tidak sesuai pesanan,” kata salah seorang saudara yang enggan disebut namanya.

Peristiwa gantung diri diketahui suami korban pada pukul 10.00 WIB. Saat itu di rumah korban sedang ada tukang kayu Nurul Huda, yang memasang daun pintu depan rumahnya.

TRENDING :  Di Duga Depresi Karena Sakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Ibu Mengakhiri Hidupnya

Kepada kepolisian Nurul Huda menceritakan, saat mendatangi rumah korban hanya berjumpa dengan anak korban yang masih berusia dua tahun. Tak berselang lama suami korban, Yusfikul Anwar pulang ke rumah mencari keberadaan istrinya.

TRENDING :  Kondisi Balita Terjatuh Dari Lantai 2 Kudus Extention Mall Berangsur Membaik

“Karena yang saya jumpai hanya anaknya, saya jawab tidak tahu,” tutur Nurul Huda. Kemudian sang suami melanjutkan mencari keberadaan korban ke dalam tumah. Tak berselang lama tba-tiba terdengar suara teriakan dari suami korban.

KOMENTAR SEDULUR ISK :