Diduga Kaget Dengar Suara Petir Bocah SD Meninggal Di Honggosoco Jekulo Kudus

oleh
M Dani Setyawan Bin Kardono (11) bocah yang di duga meninggal akibat kaget mendengar suara petir, saat diantar menuju rumah duka setelah dii periksa di Rumah Sakit (Foto: ist.)

Kudus, isknews.com – Seorang bocah siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD) 1 Hadipolo Kudus, di temukan meninggal mendadak di depan rumahnya Desa Honggosoco Rt 1 Rw 4 Kec Jekulo Kudus. Bocah bernama M Dani Setyawan Bin Kardono (11) sebelumnya sempat kejang-kejang saat di temui paman korban Abdul Wahid yang tinggal di sebelah rumah orangtua korban.

Menurut Kapolsek Jekulo, Iptu Supartono, kronologi kejadiannya, pada sekitar pukul 13.00 WIB korban sedang menonton televisi di ruang tamu rumahnya sambil tiduran, kebetulan saat itu cuaca di luar rumah hujan deras disertai dengan dentuman suara petir yang menyambar-nyambar.

TRENDING :  Heboh Mayat Perempuan Ditemukan Dalam Karung
M Dani Setyawan Bin Kardono (11) bocah yang diduga meninggal akibat kaget mendengar suara petir, saat diantar menuju rumah duka setelah dii periksa di Rumah Sakit (Foto: ist.)

“ Tiba- tiba tepat diatas rumahnya suara petir terdengar keras sehingga mengakibatkan antena televisi yang disangga menggunakan  tiang bambu di pinggir rumahnya rubuh serta listrikpun padam,” terangnya, Jumat (22/02/2019).

Mengetahui listrik di lingkungan rumahnya padam, paman korban yang rumahnya bersebelahan datang menghampiri korban yang saat itu lagi ada di luar rumah dan menanyakan apakah benar listrik sedang padam.

TRENDING :  Polemik Eksekusi Rumah di Burikan, Pemilik Tantang Sumpah Pocong

“ Korbanpun sempat menjawab ,iya, akan tetapi selang beberapa detik kemudian, korban terjatuh di tempatnya yang disertai badannya kejang- Kejang,” tuturnya.

 Mengetahui keponakannya (korban) jatuh, Abdul Wahid memanggil tetangga yang lain  meminta untuk memanggil mantri dan bidan Desa setempat, oleh bidan desa korban dianjurkan untuk segera dibawa kerumah Sakit.

“Setelah menjalani pemeriksaan di RS Mardirahayu, hasil pemeriksaan dokter otak korban sudah tidak berfungsi dan jantungnya sdh melemah, namun tidak ditemukan luka akibat penganiayaan ataupun akibat tersambar petir, kurban dinyatakan meninggal dunia,” terangnya.

TRENDING :  Hati-hati Bakar Sampah, Jangan Sampai Seperti Kejadian di Bumirejo

Dijelaskannya tidak ada tanda-tanda bocah Dani Setyawan ini tersambar petir, seperti banyak dugaan orang, karena tidak ada tanda tanda luka atau lebam gosong di tubuhnya seperti selayaknya orang yang tersambar petir.

“Diduga korban meninggal karena kaget yang amat sangat saat mendengar suara dentuman keras dari petir yang menyambar sekitar rumahnya,” pungkas dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :