Diduga Masih Terjadi Jual Beli Ilegal Fosil di Situs Patiayam

Diduga Masih Terjadi Jual Beli Ilegal Fosil di Situs Patiayam

ISKNEWS.COM, Kudus- Praktek jual beli fosil secara ilegal, diduga hingga saat ini masih terjadi di Situs Patiayam. Mereka ini yang oleh warga desa setempat menyebutnya dengan “orang asing” , banyak berkeliaran di kawasan “Patiayam”. Dengan sesukanya mereka berburu fosil yang berserakan diperbukitan Patiayam di kaki Gunung Muria itu, terhampar seluas hampir 3.000 Ha diantara wilayah Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus dan Kecamatan Gembong Margorejo, Kabupaten Pati. Warga tidak berani melarang, karena sama sekali tidak memiliki wewenang.


Gunung Patiayam merupakan perbukitan yang terdiri atas beberapa bukit kecil dengan ketinggian 200 hingga 350 m di atas permukaan laut (dpl) dengan luas 2.902,2 hektar. Para peneliti terdahulu, seperti Sartono dkk. (1978), Zaim (1989, 2006), dan Suwarti dan Wikarno (1992) menyebutnya puncak tertinggi kompleks Gunung Patiayam terletak di Bukit Patiayam pada ketinggian 350 m dpl. Menurut mereka, kubah tersebut terbentuk pada Plistosen (0,5 – 0,9 juta tahun lalu) (jtl.). Zaim (1989) menyebutkan bahwa kegiatan gunung api juga pernah berlangsung di kompleks Gunung Patiayam, yaitu pada 2 – 0,5 juta tahun lalu, bersamaan dengan kegiatan vulkanisme Gunung Muria. Jadi, pembentukan kubah Patiayam berada pada kisaran waktu dengan kegiatan vulkanisme di kompleks perbukitan ini.

Di perbukitan itulah tersimpan banyak misteri. Hal itu dibuktikan denngan adanya temuan yang bisa dilihat hingga sekarang, diantaranya dua fosil gading gajah sepanjang 2,5 meter berdiameter 15 sentimeter. Ada juga dua fosil kerang raksasa yang masih lengkap selebar 30 sentimeter yang berumur 700.000 hingga 1 juta tahun. Ada juga berbagai macam alat-alat batu manusia purba seperti serut, kapak perimbas (chopper) dan gigantolith.

Selain itu, Situs Patiayam juga memiliki nilai-nilai penting karena merupakan salah satu dari sedikit situs manusia purba di Indonesia, yang mampu memberikan gambaran mengenai evolusi lingkungan purba tanpa terputus selama dua juta tahun terakhir.

Sehingga Situs Pati Ayam terletak di Dukuh Kancilan, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu, bisa dikatakan merupakan tempat untuk melakukan perjalanan kembali ke masa prasejarah. Banyak hal yang bisa dipelajari di situs ini, antara lain tentang kehidupan di masa lalu dan tentang misteri evolusi makhluk hidup yang sangat menarik untuk diungkap.

Dengan masih terjadi penjarahan fosil di Patiayam itu, warga mengimbau agar instansi terkait dan aparat keamanan segera turun tangan, mencegah terjadinya pencurian dan jual-beli fosil. Sehingga kekhawatirkan akan keutuhan dan kelestarian Benda Cagar Budaya (BCB) situs “Patiayam” tidak terganggu dan tidak terancam kelestariannya.(Darmanto Nugroho)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Jelang Khoul Sunan Ngerang

Share This Post

One Response to "Diduga Masih Terjadi Jual Beli Ilegal Fosil di Situs Patiayam"

Comments are closed.