3

Diduga Seringkali Bocor, Razia Sat Pol PP Ke Hotel-hotel Di Kudus Tidak Berjalan Mulus

KUDUS, isknews.com – Kalau Ketua Perhimpunan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PPHRI) Kabupaten Kudus, Aris Junaidi, kesulitan melakukan pembinaan terhadap anggotanya, karena dalam setiap pertemuan pemilik hotel tidak pernah hadir, hal itu juga dialami Satuan Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Kudus.
Saat melakukan razia di hotel-hotel, Sat Pol PP tidak bisa melakukan pembinaan, karena pemilik hotel sering tidak ada di tempat. Hal itu karena razia itu bocor, atau diduga ada yang membocorkan.
Kepala Seksie (Kasie) Penegakan Peraturan Daerah (Gakda) Sat Pol PP Kabupaten Kudus, Purnomo, yang dihubungi isknews.com, di ruang kerjanya, Jumat (23/7), mengatakan hal itu. Menurut dia, razia yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Kudus dengan sasaran hotel dan penginapan di Kudus, lebih sering tidak berhasil menangkap basah pelaku perbuatan mesum. “Dugaan kami, karena razia itu telah bocor, atau diduga ada pihak-pihak tertentu yang sengaja membocorkan, sehingga razia itu tidak berjalan mulus.”
Tanpa bermaksud menuduh siapa pihak-pihak tertentu dibalik bocornya razia itu, ungkapnya lanjut, namun kenyataan yang terjadi di lapangan seperti itu. Razia itu sudah bocor bahkan sebelum tim atau petugas terjun ke sasaran. Hal itu bisa dilihat, saat para petugas Sat Pol PP melaksanakan razia ke sejumlah hotel atau penginapan, tidak berhasil menemukan pasangan yang berbuat mesum. Sebagian dari karyawan hotel ada yang berusaha menghalang-halangi, saat petugas Sat Pol PP akan mengetuk pintu kamar-kamar hotel untuk mengecek penghuninya.
“Setelah kami paksa dengan menunjukkan surat tugas resmi dari atasan kami, barulah karyawan hotel mengijinkan kami untuk mengecek kamar-kamar hotel.”
Saat akan melakukan pembinaan pun tidak bisa dilaksanakan saat razia, karena yang ditemui hanya penjaga atau karyawan hotel, sedangkan pemiliknya tidak ada di tempat. Hal itu sudah bisa dijadikan bukti kalau razia itu bocor. “Pemilik hotel sengaja pergi dengan alasan keluar kota, diduga untuk menghindari kedatangan kami,” ucap Purnomo.
Dia selanjutnya menjelaskan, razia yang dilakukan oleh tim Sat Pol PP, adalah merupakan perintah atasan langsung, yakni Kepala Sat Pol PP Kabupaten Kudus, dalam rangka Penegakan Perda tentang penyakit masyarakat. Razia bisa bersifat rutin atau operasi mendadak (sidak). Namun razia biasanya dilakukan secara mendadak, bahkan kepada petugas pun tidak diberitahukan target sasaran. “Sudah dilakukan dan dirahasiakan seperti itu, masih saja bocor.”
Kasie Gakda itu menambahkan, dalam melaksanakan razia, Sat Pol PP juga tidak jarang melibatkan petugas Polres atau Polsek setempat. Hal itu jika dirasa Sat Pol PP tidak mengatasi kemungkinan yang terjadi di lapangan. “Tapi kalau kami mampu, cukup oleh kami laksanakan sendiri.” (DM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?
Baca Juga :  Patroli Wilayah Satuan Polisi Pamongpraja Kudis ke Wilayah Rahtawu Sebagai Tindaklanjut Aduan Masyarakat