Diduga Terdapat Kejanggalan, Penyidik Polsek Lasem Jadi Sorotan

oleh

Rembang, isknews.com (Lintas Rembang) – Khasus yang dialami keluarga terdakwa Witoyo (60) dan anaknya Arif Efendi (33), warga Rt 01 Rw 01 Desa Karasgede Kecamatan Lasem, mengungkap dugaan ketidak beresan proses penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian Polsek setempat. Pasalnya dua orang yang berstatus ayah dan anak itu pada tanggal 22 Juni 2017, semula mereka mendatangi Polsek Lasem dengan wajah babak belur karena dianiaya oleh tetangganya yang bernama Iksan sekarang malah berstatus sebagai tersangka.

Menurut keterangan Heni Asriah adik kandung Arif Efendi, menduga ada sejumlah kejanggalan dalam proses penyidikan dan penetapan tersangka terhadap ayahnya, dan apalagi kakak kandungnya.

“Pihak keluarga saya yang melapor malah tiba-tiba jadi tersangka. Padahal, kejadiaannya di rumah saya pas didepan kamar jendela saya. Padahal yang namanya Iksan itu malam-malam masuk ke pekarangan rumah saya, ngapain malam di lingkungan rumah saya tanpa izin” kata Heni Astuti saat ditanya sejumlah wartawan.

Dirinya menjelaskan kasus tersebut bermula pada Kamis malam 22 Juni 2017 sekitar pukul 24.00 WIB. Saat itu, Iksan saat tengah malam memasuki pekarangan rumah keluarga Witoyo karena masih tetangga dekat.

Karena merasa curiga, kata Heni, usai salat malam ayahnya, langsung keluar dan memeriksa keadaan. Setelah keluar, ia langsung menyapa Iksan yang sudah berada dipekarangan rumahnya. Namun, kata Heni, sapaan ayahnya dibalas dengan nada marah dan tonjokan hingga mengenai muka.

TRENDING :  Jago Merah Lalap Kandang, Belasan Kambing Terpanggang

“Padahal rumah si Iksan itu kan berpagar, terus ditegur sama bapak saya. Malah si Iksan itu malah membalas omongan dengan nada emosi langsung menonjok muka bapak saya” tambah Heni dengan nada sedih saat memberikan pernyataan kepada wartawan.

Setelah terjadi keributan, lanjut Heni, ayah Iksan keluar dan membantu anaknya . Kemudian datang lagi dua saudara Iksan yang bernama Wartinah, dan Aris memberikan bantuan. Dan selanjutnya datang juga Adi Saputra yang juga ikut memegang tangan Wiyoto agar tidak bergerak.

“Depan rumah saya itu ada dua saudara-saudaranya keluar ikut membantu ada yang namanya Wartinah, ada Aris, ada juga Adi Saputra itu ikut membantu saudara – saudaranya. Membantu ada yang memegang tangan bapak saya, ada yang sarungnya bapak di ikatkan di kakinya”, Terang Heni.

Menurut Heni yang menyaksikan langsung saat kejadian, kakaknya yang bernama Arif Efendi masih tidur dikamar dan baru terbangun saat mendengar suara keributan.

Setelah mendengarkan kegaduhan, Arif Efendi keluar dan bertanya kepada ayahnya, namun malah langsung di sambut dengan tonjok oleh Iksan yang sudah bersama saudara-saudarannya melakukan sesuatu kepada Witoyo.

TRENDING :  Buron Polres Pati Tertangkap Di Blora Satu Tersangka Meninggal Dunia

Kapolsek Lasem AKP Didik saat dikonfirmasi menjelaskan, penetapan kedua belah pihak sebagai tersangka atas dasar adanya saling lapor, dan sama-sama merasa dirugikan. Dari laporan keduanya, polisi menindak lanjuti dengan gelar perkara. Dan hasilnya kedua belah pihak ditetapkan tersangka, karena terdapat unsur pidana didalamnya.

“Gini perkara itu, ada pengaduan dari kedua belah pihak. Jadi keduanya merasa dirugikan kemudian dua-duanya membuat laporan pengaduan ke kami. Dari hasil aduan masyarakat tersebut kita tindak lanjuti dengan gelar perkara. Dari gelar perkara tersebut kemudian muncul kalau ini adalah perkara pidana. Dan dua duanya saling mengadu sama-sama, karena itu perkelahian geh mas geh, karena saling memukul” kata Didik Kapolsek Lasem.

Didik menambahkan, untuk menjaga netralitas, dua perkara tersebut salah satunya harus dilimpahkan ke Polres Rembang. Untuk laporan kasus berkas perkara Witoyo dan Arif Efendi ditangani Polsek Lasem, sedangkan laporan berkas perkara Iksan ditangani unit Polres Rembang.

“Untuk menjaga netralitas karena dua-duanya sama-sama saling mengadu akhirnya salah satu kita limpahkan ke Polres Rembang untuk penanganannya. Saya agak lupa karena itu kejadiannya sebelum saya menjabat jadi Kapolsek Lasem. Saya hanya menangani saat mendekati pelimpahan ke Kejaksaan” Jelasnya.

TRENDING :  Maksimalkan Dana Desa, Pemkab Rembang Gelar Rakor

Lebih parahnya, Witoyo dan Arif Efendi dijerat dengan pasal 170 ayat 1 tentang pengkroyokan, dengan ancaman 5 tahun penjara. Sementara Iksan di jerat oleh JPU dengan pasal 351 juncto 55 ayat 1, dengan ancaman hukuman 2 tahun delapan bulan penjara.

Sidang perdana kasus Witoyo dan Arif Efendi sudah digelar dipengadilan negeri Rembang pada Rabu siang (13/12/2017). Puluhan massa dan warga serta rekan keduanya memadati gedung pengadilan untuk memberikan support kepada dua pria yang bernasib malang itu.

Untuk menghindarkan sesuatu yang tak diinginkan, pengadilan negeri Rembang mendatangkan puluhan anggota polisi bersenjata lengkap untuk mengawal jalannya persidangan.

Dalam persidangan, Arif Efendi mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada majelis hakim. Penangguhan penahanan, baru dimusyawarahkan oleh majelis, dan akan diumumkan pada hari Selasa 19 Desember 2017.

Keluarga berharap, majelis hakim mau mengabulkan permohonan penanguhan penahanan, mengingat, Arif Efendi merupakan duda yang harus merawat dua orang anak, yang pertama berusia 4 tahun dan 18 bulan, karena istrinya meninggal dalam kecelakaan tunggal. (rtw)

KOMENTAR SEDULUR ISK :