Difabel Satu Suara Anti Golput No Money

oleh
Foto: Para penyandang disabilitas membubuhkan tandatangan sebagai ujud dukungan gerakan Anti Golput dan No Money dalam Pilgub Jateng 2018, beberapa waktu lalu. (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Penyandang disabilitas pun mempunyai hak yang sama sebagai warga negara, bahkan dalam menggunakan hak suaranya. Sebagai upaya agar warga difabel tidak kehilangan hak suara dalam Pilgub Jateng 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati beberapa waktu lalu memberikan sosialisasi di hadapan warga difabel yang tergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pati. Dalam kesempatan tersebut, mereka mendeklarasikan gerakan anti golput dan no money.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati Imbang Setiawan menjelaskan, pihaknya bersama dengan PPDI ingin mewujudkan pemilu yang ramah dan aksesibel bagi rekan-rekan difabel. Dengan kegiatan itu, pihaknya menyampaikan kondisi dan mekanisme yang dapat memudahkan para difabel dalam melaksanakan hak suaranya.

TRENDING :  Lindungi Jajarannya, 1491 Pengawas TPS Kudus Disertakan BPJS Ketenagakerjaan

“Untuk Pilgub Jateng 2018 ini, KPU menyediakan TPS aksesibel. Khusus pemilih tunanetra akan disediakan template atau alat bantu coblos di semua tempat pemungutan suara (TPS) untuk memudahkan mereka menggunakan hak pilihnya. Selain itu, juga akan ada satu kursi roda bagi penyandang tunadaksa,” terang Imbang Setiawan.

TRENDING :  Satpol PP dan DPMPTSP Pati Langsungkan Pendataan Ulang Toko Modern Berjejaring

Pada kesempatan yang sama Ketua PPDI Pati Suratno menjelaskan, dengan adanya sosialisasi pilgub bagi penyandang disabilitas, mampu membangkitkan antusias mereka dalam menggunakan hak pilih dengan baik.

“Jangan hanya menuntut hak tapi kewajibannya tidak dilakukan. Karena sejauh ini warga disabilitas sudah diberikan fasilitas oleh KPU. Memang selama ini partisipasi warga disabilitas menggunakan hak pilihnya masih minim. Karena banyak penyandang disabilitas yang lumpuh sehingga tidak dapat pergi ke TPS,” tutur Ratno.

Dirinya berharap, KPU bisa jemput bola kepada penyandang tunadaksa yang tidak bisa berjalan ke TPS supaya tidak kehilangan hak pilihnya. Ratno juga berharap partisipasi penyandang disabilitas pada Pilgub Jateng 2018 ini meningkat. Paling tidak 60 persen.

TRENDING :  Polres Pati Gelar Apel Pasukan Oprasi Mantap Praja Candi 2016.

“Kami, para penyandang disabilitas juga mendeklarasikan gerakan anti golput dan no money. Kami satu suara untuk gerakan itu. Selama ini, masih ada anggapan tidak ada uang tidak mencoblos. Hal-hal semacam itu harapannya bisa dihilangkan pelan-pelan,” tegasnya. (IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :