Dikebut, Revitalsiasi Pasar Juwana baru Lima Persen

oleh
Pedagang pasar Juwana berjualan di lapak darurat selama pasar tersebut sedang dilakukan pembangunan revitalisasi. (ivan nugraha)

Pati, ISKNEWS.COM – Mengingat waktu yang tersisa tinggal 2,5 bulan, revitalisasi los depan Pasar Juwana yang progress pembangunannya baru mencapai 5 persen pun dikebut. Rekanan tengah mengerjakan pondasi pembuatan ratusan los depan pasar di Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Riyoso melalui Kasi Pengembangan dan Pemeliharaan Widyotomo Kusdianto mengatakan, progres revitalisasi Pasar Juwana baru sampai tahapan pengecoran pondasi los pedagang di depan pasar. Penebangan ponon besar di depan pasar juga sudah selesai.

TRENDING :  Pati Bakal Punya Taman Air Mancur Menari

“Revitalisasi Pasar Juwana memang terlambat dibanding revitalisasi pasar tradisional lainnya di Pati tahun ini. Karena Detail Engineering Design (DED) berubah dua kali. Meskipun baru lima persen, kami kira bisa terselesaikan akhir 2018 ini, dan tidak ada kendala,” tuturnya saat ditemui, Senin (15-10-2018).

Sebab, lanjut Widyo, revitalisinya pembuatan los yang kini sudah dikerjakan di bengkel. Nantinya setelah selesai, los-nya langsung dipasang. Rencananya ada 140 lapak di dalam los. Setiap lapak ukurannya diseragamkan, yakni 2×2 meter. Selain los, juga akan dibangun pagar depan pasar supaya pedagang tidak melebar ke jalan.

TRENDING :  GENDONG DAGANGAN DEMI NAFKAHI KELUARGA

Ia menambahkan, revitalisasi pasar dengan anggaran APBD Pati mencapai Rp 2,8 miliar itu untuk menata pedagang yang semrawut di depan pasar. Selama ini mereka berjualan di lapak-lapak depan pasar yang membuat pasar kumuh. Dengan dibuatkan lapak, harapannya pedagang lebih tertata.

TRENDING :  Firman Subagyo Gembleng Kader Golkar Cinta Indonesia

“Tahun ini pembangunan baru menampung 140 pedagang. Sisanya ada 50 pedagang akan dibangunkan dengan anggaran tahun depan. Pedagang yang terdampak pembangunan kini sudah beraktifitas di dalam lapak darurat yang ada di halaman pasar,” pungkas Widyo. (IN)

KOMENTAR SEDULUR ISK :