Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng Berikan Pelatihan Usaha Mikro Bagi Pelaku Usaha Wisata

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng Berikan Pelatihan Usaha Mikro Bagi Pelaku Usaha Wisata

Kudus, isknews.com – Usaha mikro telah masuk dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN. Para pelaku usaha mikro terutama sektor pariwisata harus mampu bersaing dalam masyarakat global, oleh sebab itu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, memberikan pelatihan untuk meningkatkan sumber daya para pelaku usaha mikro sektor kepariwisataan di Kudus, khususnya di kawasan Destinasi Obyek wisata maupun Desa wisata.

Bertempat di Hotel Hom Kudus (18/8) sejumlah perwakilan dari pelaku Usaha, baik dari usaha kuliner khas, kerajinan khas, pelayanan jasa dan pengrajin Cindera mata yang tergabung dalam Paguyuban Desa wisata di Kabupaten Kudus hadir memenuhi undangan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa tengah, Bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus.

IMG-20160818-WA0007

Peserta mendapatkan materi dari nara sumber diantaranya dari Perbankan, Praktisi Media sosial, juga dari alhli Bidang Design dan Packaging.

Paguyuban Desa wisata tersebut meliputi dari Desa wisata Loram Kulon, Desa wisata Jepang, Desa wisata Kauman, Desa wisata Kaliputu, Desa wisata Colo, Desa wisata Masin, Desa wisata Rahtawu, Desa wisata Kaliwungu, Desa wisata Wonosoco, Desa wisata Terban.

Bambang Siswanto kepala seksi usaha pariwisata bidang pengembangan destinasi pariwisata Jateng kepada isknews.com menjelaskan bahwa tujuan diadakannya Pelatihan ini adalah sebagai pembelajaran dan pengetahuan tentang bagaimana bersaing dalam desain, kemasan, permodalan, dan pemasaran di era Pasar bebas Asean sekarang ini. Terlebih untuk mereka yang berjualan di tempat wisata sebagai oleh-oleh para pelancong wisatawan. dimana mereka di tuntut memiliki kemampuan yang memadai dalam mengembangkan usaha produksinya agar mampu bersaing dengan produk serupa yang berpeluang terbuka merambah daerah setempat.

Bambang menambahkan, Pihak Perbankan dalam hal ini Bank Jateng juga memberikan dukungan dengan memberikan pinjaman tanpa agunan sebesar 20 Juta sebagai modal. Dan para pelaku usaha mikro pariwisata juga harus mampu memanfaatkan program bantuan kredit yang dikucurkan pemerintah untuk mengembangkan usaha produksinya.”Pungkasnya. (AS)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post