Dinilai Tak Layak, Komisi D DPRD Pati Berencana Renovasi Gedung Kesenian

oleh
Gedung kesenian Kabupaten Pati lebih pantas disebut sebagai pendopo, kondisinya tidak terawat.(ivan nugraha)

Pati, ISKNEWS.COM – Kondisi gedung kesenian Kabupaten Pati yang tidak layak memantik kepedulian Komisi D DPRD Kabupaten Pati. Bangunan yang lebih layak disebut sebagai pendopo tersebut, sedianya untuk kegiatan kesenian para pegiat seni di Pati. Namun pada kenyataannya bangunan dan penggunaannya jauh dari harapan para seniman.

Mendapati kenyataan seperti itu, Komisi D DPRD Pati akan berupaya untuk melakukan renovasi. Dengan dalih pelestarian seni dan budaya daerah, dimana tercantum dalam rancangan peraturan daerah (raperda), mereka akan berupaya total mendukung kelestarian sekaligus kemajuan seni dan budaya tradisional Pati dari berbagai sisi.

TRENDING :  Babinsa Laksanakan Pengawalan dan Mendorong Upsus Sergap Beras ke Bulog

“Kelayakan fasilitas kesenian di Kabupaten Pati rencananya akan kita akomodir. Walaupun dana yang tersedia juga sangat terbatas,” ungkap Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Musalam Mas’ul, saat dikonfirmasi Senin, (24-9-2018).

Meski dengan anggaran yang minim, imbuhnya, komisinya akan mencoba memunculkan mengenai kondisi fasilitas gedung kesenian disetiap rapat.

Menurutnya, kondisi gedung kesenian di Kabupaten Pati sangat tidak layak dan kurang representatif untuk mendukung pagelaran kesenian. Apalagi kondisinya kini menjadi kumuh karena jarang disentuh oleh para pelaku seni. Bahkan sudah sering beralih fungsi menjadi sekadar tempat nongkrong.

“Memang banyak yang mengusulkan. Ya kami akan coba mengakomodirnya,” papar politisi PKB tersebut.

TRENDING :  Maling Sikat Harta Warga Jakenan Di Siang Bolong

Saat ini raperda tentang pelestarian seni dan budaya daerah masih dilakukan sinkronisasi naskah. Setelah selesai sinkronisasi, akan dilakukan pembahasan internal komisi, baru diserahkan ke pimpinan. Dan oleh pimpinan nanti akan dibentuk pansus untuk dilakukan sejumlah pembahasan, lalu diparipurnakan.

“Kami, melalui raperda pelestarian seni dan budaya tradisional memang berupaya menggairahkan kembali kesenian lokal di Pati. Tentunya semua aspek harus mendapat dukungan,” paparnya.

Sementara itu, Jamari, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati juga menyampaikan hal senada. Bahkan menurutnya bangunan yang ada sekarang ini sangat tidak sesuai untuk kegiatan kesenian.

TRENDING :  Saekhan Mukhith : Tak Ada Pilihan Bagi Masyarakat Untuk Menghindar Dari Politik

“Desainnya tak mendukung untuk menggelar sebuah pertunjukan. Gedung kesenian itu seharusnya menjadi panggung terbuka untuk seniman unjuk kebolehan. Mungkin setiap pekan ada kegiatan-kegiatan seni yang bisa memanfaatkan tempat tersebut, itu akan lebih menggairahkan kesenian di Pati,” kata pemerhati kesenian di Bumi Mina Tani ini.

Jamari mengharapkan, nantinya gedung kesenian yang telah ada itu bisa direnovasi atau ditata ulang. Harapannya, konsep penataan nantinya mirip anjungan Jawa tengah di TMII atau semacam gedung teater yang disampingnya terdapat bangku penonton. (IN)

KOMENTAR SEDULUR ISK :