Dinkes Kudus Targetkan 80 Persen Pencapaian Progam PIS PK 2018

oleh
Kader PIS PK yang tengah melakukan survei di rumah warga. (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Progam Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS – PK) yang menjadi rencana strategis Kementrian Kesehatan, guna mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kabupaten Kudus pada tahun 2018 ditargetkan mencapai 80%.

Mustanik, Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kudus menyatakan progam yang dimulai pada bulan April ini, kini telah menjangkau sekitar 25% masyarakat Kudus. Rencananya progam ini akan terus digalakkan untuk bisa memenuhi target 80% pada akhir tahun 2018.

Tak dipungkiri Mustianik, proses pendataan PIS-PK di Kabupaten Kudus menuai sejumlah kendala. Utamanya pada wilayah Kecamatan Kota yang notabennya masyarakatnya lebih tertutup, dibandingkan masyarakat di wilayah lainnya.

TRENDING :  Solusi Tubuh Prima di Musim Penghujan

“Proses pendataan di Kecamatan Kota memang paling lambat di bandingkan wilayah lainnya. Untuk daerah yang pendataannya paling cepat adalah di Puskesmas Rejosari. Selain dari kerjasama yang sinergi antar kader PIS-PK di puskesmas tersebut, masyarakatnya juga terbuka dan mendukung adanya progam ini,” terangnya saat ditemui isknews.com di kantor dinasnya pada Kamis (09-08-2018).

Imbuhnya, “Untuk melakukan pedataan ke masyarakat memang tidak mudah, perlu adanya kesabaran dan kerja ekstra. Misalnya, salah satu kartu keluarga ada yang sedang bekerja dan pulang malam. Maka pada lain waktu, kader PIS-PK harus kembali menyambangi rumah tersebut untuk menemui orang tersebut.”

TRENDING :  Kerjasama Sinergi Lintas Sektoral Sukseskan Progam PISPK di Kudus

Selain itu, proses entri data yang dilakukan secara online kerap bermasalah. Sehingga permasalahan yang ada semakin kompleks. Menanggapi hal-hal ini, Mustianik mengaku tetap optimis bahwa progam PIS-PK di Kudus bisa mencapai 80% pada akhir tahun 2018 dan 100% pada tahun 2019.

Ia menghimbau kepada masyarakat dan kader untuk saling membahu menyukseskan progam PIS-PK di Kabupaten Kudus ini. Para kader diharapkan terus semangat dan menjalin kerjasama sinergi dengan lintas sektor untuk kelancaran proses pendataan di lapangan.

TRENDING :  Hari HIV-Aids Se Dunia KSR Stikes Muhammadiyah Kudus Bagikan Stiker dan Brosur di Terminal Bus Induk

Begitupun dengan masyarakat, Mustianik menegaskan masyarakat harus menyambut gembira dan terbuka dengan proses pendataan yang dilakukan oleh kader PIS-PK. Karena muara dari progam ini juga untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Jika ada kader puskesmas datang ke rumah warga, sambut mereka dengan hangat. Dan jangan sungkan untuk mengungkapkan permasalahan kesehatan yang kalian miliki. Dengan begitu mereka dapat memberikan penanganan tepat untuk penyakit kalian,” pesannya. (NNC/YM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :