Dirasa Kurang Menjaga Kebersihan, PKL Terancam Digusur

oleh

Rembang, isknews.com (Lintas Rembang) – Dengan bersepeda, Bupati Rembang H.Abdul Hafidz beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait kembali melakukan tinjauan kebersihan di sejumlah tempat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kebersihan alun-alun.

Saat tinjauan, Bupati langsung menegur Ketua Paguyuban PKL alun-alun Sriyono agar menggerakkan anggotanya ikut menjaga kebersihan alun-alun seperti yang sudah disepakati dulu. Alun-alun merupakan fasilitas publik, bukan milik pedagang saja.

TRENDING :  Wacana Enam Hari Kerja Tahun 2018 Kado ASN Rembang Di Hari Perdana Masuk Kerja

Berdasarkan pantauannya, kebersihan tempat Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan masih kurang. Sampah bekas jualan dan kondisi saluran air terlihat tidak terawat dan kotor karena bekas air comberan pedagang.

Bupati mengaku bahwa dirinya hanya ingin semua berjalan bersama, masyarakat bisa menikmati fasilitas publik dengan nyaman, pedagangpun bisa berjualan. Terlebih tahun ini Pemkab ingin meraih penghargaan Adipura.

Bupati menegaskan PKL harus ikut menjaga kebersihan paling tidak di tiap stand mereka berdagang. Jika ada PKL yang mengabaikan instruksinya, maka tak segan- segan pemkab akan mengambil tindakan tegas.

TRENDING :  Terapkan Pola Hidup Sehat , Rembang Deklarasikan GERMES

“PKL yang membandel akan kita beri sanksi, sanksi pertama tentu peringatan, sanksi kedua peringatan yang agak keras. Sanksi ketiga nanti kita akan gusur dari situ (alun-alun),” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Paguyuban PKL alun-alun, Sriyono mengungkapkan bahwa dirinya sudah sering menghimbau pedagang untuk kebersihan di area jualannya masing- masing, namun tidak semua PKL konsisten terus menjaga kebersihan. Pihaknya akan segera menindaklanjuti arahan Bupati agar segera ditindaklanjuti termasuk sanksi yang akan diberikan apabila membandel.

Kesepakatan tentang PKL ikut menjaga kebersihan alun-alun sebenarnya sudah lama ada, bahkan melalui pakta integritas. Namun kenyataannya di lapangan masih belum dijalankan secara maksimal. (rtw)

KOMENTAR SEDULUR ISK :