Disbudpar Usulkan BCB Dimasukkan Dalam Perda Pelestarian Budaya Kudus

by

Kudus, isknews.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, mengusulkan agar Bangunan Cagar Budaya (BCB), dimasukan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kudus, tentang Pelestarian Budaya Kudus. Pasalnya dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang kini masih dalam pembahasan di DPRD Kabupaten Kudus itu, BCB tidak tercantum di dalamnya.bcb-edit

Kepala Disbudpar Kabupaten Kudus, Yuli Kasiyanto, melalui Kepala Seksi (Kasie) Purbakala, Sutiyono, yang dihubungi isknews.com, Kamis (29/12), membenarkan hal itu. Menurut dia, dalam pembahasan Ranperda tentang Pelestarian Budaya Kudus oleh DPRD Kudus, pelestarian budaya yang akan ditetapkan dalam Perda, diantaranya adalah kesenian tradisi, adat dan religi, sedangkan BCB tidak ada dalam klausul Ranperda tentang Pelestarian Budaya Kudus. “Oleh karerna itu, kami mengusulkan agar BCB juga dimasukkan, karena tidak kalah penting dengan kesenian tradisi atau yang lain-lain.”

Dia menjelaskan, kondisi sekarang ini yang terjadi di Kudus, terkait dengan BCB, pihak Disbudpar mengalami kesulitan untuk melakukan pengawasan dan pemantauan keberadaan BCB, terutama manyangkut jumlah yang terus berubah dari tahun ke tahun. Hal itu karena Pemkab tidak mempunyai hak untuk mencegah atau melarang, jika ada BCB yang dijual oleh pemiliknya, meskipun sudah jelas itu melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Dia mencontohkan, salah satu BCB yang dijual oleh pemiliknya, adalah rumah warga Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Bangunan itu mempunyai nilai sejarah yang tidak ternilai, sebagai sarang gerilya Laskar Macan Putih, pada zaman penjajahan Belanda. “Karenanya, agar hal itu tidak terjadi, Pemkab Kudus harus mempunyai Perda tentang BCB, sehingga mempunyai dasar hukum dalam melaksanakan kebijakan, sampai mengambil tindakan, jika dipandang perlu.”

KOMENTAR SEDULUR ISK :