Disdikpora Kudus Bentuk Siaga Bencana

oleh
Siaga Bencana
Foto: Salah satu gedung di SD 3 Jati Wetan. (Darmanto Nugroho/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, mengharapkan ada laporan yang masuk terkait bangunan sekolah hingga Sarana dan Prasarana (Sarpras) yang rusak di wilayah masing-masing.

Sebelumnya, pemantauan langsung ke lapangan untuk melihat kondisi bangunan sekolah, juga telah dilakukan Disdikpora Kudus. Dalam dua pekan ini, pemantauan keadaan Sekolah Dasar (SD) yang ada di wilayah rawan bencana banjir maupun longsor.

Kepala Disdikpora Kudus, Joko Susilo mengatakan, sejauh ini tergolong aman, namun cuaca yang makin intens curah hujannya perlu diwaspadai. “Terutama di lima wilayah yang dikhawatirkan terjadi bencana banjir maupun longsor. Diantaranya, Kecamatan Undaan, Gebog, Kaliwungu, Jati dan Mejobo.”

TRENDING :  Tiga Orang Dikecrek Aparat Saat Fokus Kopyok Dadu

Seperti halnya SD di wilayah rawan banjir, yakni SDN 3 Jati Wetan dan SDN 1 Tanjung Karang, Kecamatan Jati. Sudah dilakukan peninggian kelas, supaya air tidak masuk ke sekolah.

“Setidaknya antisipasi, kelas-kelas tidak kemasukan air limpahan lagi, karena belum memungkinkan untuk meninggikan sekolah secara keseluruhan, dana juga terbatas,” jelasnya.

TRENDING :  Disdikpora Kudus Jadi Sasaran Polisi Langsungkan Sosialisasi

Sementara itu, UPT Pendidikan Kecamatan Gebog, Wahyudi mengatakan, saat ini para guru dan pengawas juga dilibatkan untuk satgas bencana. “Kami sudah berjalan dua tahun ini, ada posko satgas dekat Balai Desa Menawan.”

Mereka bertugas memantau SD yang ada di Desa Rahtawu, Menawan dan sekitarnya. Terlebih, cuaca saat ini memang rawan terjadi bencana alam.

“Adanya satgas bencana membuat sekolah-sekolah terpantau dan ada laporan tiap hari, apalagi saat curah hujan yang tinggi mereka siaga di beberapa SD rawan longsor,” ujarnya.

TRENDING :  Puluhan Guru Di Kudus Ikuti KMD Kepramukaan

Dijelaskan Wahyudi, personel satgas yang berjumlah sekitar 20 orang itu, telah dibekali pengenalan dan pembekalan tanda-tanda bahaya dari tim SAR Kudus.

”Dengan begitu, terlihat profesional ,meski di dalamnya para guru dan pengawas di UPT Pendidikan Kecamatan Gebog,” pungkasnya. (AJ/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :