Disharmonisasi Keluarga Miliki Andil Picu Kekerasan Pada Anak

by

2Semarang – Kasus kekerasan terhadap anak di berbagai daerah di Jateng, baik kekerasan fisik, seksual, maupun psikis kian marak dan memrihatinkan. Ironisnya, para korban maupun pelaku yang masih berusia anak-anak tidak mengetahui dan memahami jika yang dialami atau lakukan adalah tindak kekerasan karena mereka menganggapnya semacam permainan.

“Mereka terpengaruh tontonan pornografi yang dengan mudah diakses dari media maupun lingkungan, kemudian memraktikannya dengan teman. Namun mereka tidak tahu dan belum memahami bahwa itu adalah kekerasan seksual karena mereka menyebutnya itu mainan,” ujar Ketua LSM Setara Tsaniatus Sholihah saat dialog interaktif program “Gayeng Bareng Gubernur” di Studio TVRI Jawa Tengah, Senin (5/12).

Selain Ketua LSM Setara, dialog bertema “Lindungi Anak dari Kekerasan” dengan host Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP, juga menghadirkan sejumlah narasumber. Yakni Kepala Dinas Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Tengah Sri Kusuma Astuti MSi, Psikolog Universitas Katolik Soegijapranata Kuriake Kharismawan, serta anggota Komisi E DPRD Jateng Muh Zen Adv.

KOMENTAR SEDULUR ISK :