Dishub Jateng Sanggah Tidak Adanya Sosialisasi Taksi

oleh

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah, membantah jika PT Cokro Bayu Utama (PT CBU) sebagai perusahaan transportasi yang bakal menghadirkan taksi di Kabupaten Pati, tidak melakukan sosialisasi kepada Organisasi Angkutan Darat (Organda) Pati.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Organda Pati, Suyanto, Senin (14/08/2017) menyatakan, bahwa pihak Dishub Provinsi serta Dishub Pati termasuk PT CBU, tidak melangsungkan langkah sosialisasi, koordinasi dan komunikasi kepada sopir angkot dan Organda Pati, terkait bakal adanya jasa transportasi taksi di Bumi Mina Tani.

“Memang dalam koridor itu (perizinan –red) akan ada sosialisasi-sosialisasi, hanya saja dalam permohonan ini kami menganggap itu bukan apa? segala persyaratannya itu sudah dipenuhi. Dia (PT CBU –red) tunjukkan foto-foto dalam sosialisasi itu,” ungkap Kepala Seksi Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek Dinas Perhubungan Provinsi Jateng, Dikki Rulli Perkasa, Jumat (18/08/2017) sore.

TRENDING :  Bayar Parkir Sesuai Tarif dan Minta Karcisnya

Lanjut dia, permohonan taksi dari PT CBU diterima Dishub Jateng pada tanggal 19 Juni. Hanya saja perizinan tidak langsung diberikan, langkah tersebut untuk menghindarkan persoalan yang mungkin terjadi di lapangan.

“Kalau SOP tujuh hari harusnya selesai, tapi kami melangsungkan pendalaman terlebih dahulu, karena kami tidak ingin ketika izin sudah diberikan, ada aksi sosial disana. Dan pada tanggal 21 Juli izin baru kami berikan,” tukasnya.

TRENDING :  Dishub Terapkan Tiketing Angkutan Wisata Peziarah PKL Menara Sepi Pembeli

Dikki mengatakan, dalam perizinan tersebut pihaknya melibatkan sejumlah instansi terkait termasuk, Organda Provinsi Jateng dan Organda Pati untuk mengikuti rapat yang digelar 19 Juli 2017. Hasilnya, semua pihak setuju akan keberadaan taksi di Bumi Mina Tani.

“Satu bulan kemudian setelah permohonan, baru kami melakukan rapat dan kami sudah mengundang stakeholder terkait, termasuk elemen organda tentang perizinan ini apakah bisa diberikan atau tidak. Hasil rapat itu setuju untuk diteruskan, ini kan juga termasuk sosialisasi,” paparnya.

TRENDING :  Event Sepekan Festival Al Qur’an Diawali Khataman Kolosal

Memang dalam persyaratan permohonan kepada Dishub, tidak disebutkan adanya sosialisasi sebagai salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi. Meski begitu, dalam perkembangannya usaha tersebut juga harus melangsungkan kajian dan persoalan sosial di lapangan, agar bisa berjalan sesuai koridor.

“Kami kan lihatnya data ya kan, kalau ada tidaknya (sosialisasi –red) kami tidak bisa sampai sejauh itu. Kalau pihak perusahaan mau sosialisasi ya monggo, itu kan masih ada sisa waktu enam bulan,” tandasnya. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :