Dispertanpangan Kudus, Salurkan 27 Pompa ke Petani

oleh
Dispertanpangan Kudus, Salurkan 27 Pompa ke Petani
Foto: Penyaluran pompa oleh Dinas Pertanian dan Pangan ke Gapoktan dan Poktan di Kudus. (Istimewa).

Kudus, ISKNEWS.COM – Untuk meminimalisir gagal panen akibat kekeringan, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) Kabupaten Kudus, salurkan 27 pompa ke Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Poktan) di Kudus. Pompa-pompa tersebut disalurkan ke sejumlah daerah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau.

Mengingat, saat ini sejumlah sungai untuk irigasi sawah telah mengering. Sehingga banyak petani yang melakukan pompanisasi agar tamanan di lahannya tetap tumbuh subur hingga masa panen tiba. Untuk itulah, Dispertanpangan Kudus mengajukan permohonan bantuan pompa ke Kementrian Pertanian dan didapatlah 27 pompa itu.

TRENDING :  Panen Melimpah, Petani Kopi Dulang Rezeki

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan melalui Kasie Sarana dan Prasarana, Ratih Rustiyorini, mengatakan bantuan pompa yang diberikan oleh Kementrian Pertanian tersebut terdiri dari pompa kecil, sedang dan besar. Pompa tersebut kemudian didistribusikannya ke lahan-lahan pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan seperti Undaan, Mejobo, Bae, Jekulo dan Jati.

TRENDING :  Pengusaha Jasa Konstruksi Harus Miliki Jiwa Korsa
Dispertanpangan Kudus, Salurkan 27 Pompa ke Petani
Foto: Penyaluran pompa oleh Dinas Pertanian dan Pangan ke Gapoktan dan Poktan di Kudus. (Istimewa).

“Pendistribusian pompa tersebut kami sesuaikan dengan potensi kekeringan di masing-masing daerah,” tandasnya saat ditemui isknews.com di kantor dinasnya. Dia mengungkapkan upaya ini menjadi salah satu langkah yang dilakukan pihaknya untuk mengatasi permasalahan kekeringan setiap kali musim kemarau tiba.

TRENDING :  Sedekah Sampah, Beramal Sekaligus Selamatkan Lingkungan

“Sebenarnya, untuk mengatasi musim kemarau dan kekeringan, kami menyarankan petani untuk melakukan pompanisasi jika di daerah sekitarnya masih ada sumber air. Jika tidak ada, bisa menggunakan sumur dangkal atau dalam untuk mengairi sawah,” paparnya.

Melalui bantuan pompa ini, Rini berharap, petani tidak mengalami gagal panen akibat kekurangan air dan kekeringan lahan. (NNC/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :