Ditangkap KPK Rumah Pemenangan BSP Di Kudus Sepi Baliho Depan Rumah Di Lepas

oleh

Kudus, isknews.com – Usai kabar resmi di amankannya kader Partai Golkar dan Anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso (BSP) yang juga caleg DPR dapil Jateng 2 (Kudus, Jepara, Demak) dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

BSP di periksa terkait distribusi pupuk, Kamis (28/03/2019) dini hari kemarin. Rupanya berita tersebut sudah terdengar oleh warga disekitar rumah pemenangan BSP di Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota.

Rumah Pemenangan Caleg DPR Dapil II Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso Di Kelurahan Mlati Kidul yang kini terlihat sepi usai yang bersangkutan tertangkap pada OTT KPK beberapa saat lalu )Foto: YM)

Dari pantauan media ini, rumah berhalaman rumput luas itu kini terlihat sepi, tak ada lagi mobil-mobil berstiker branding warna kuning bergambar partai dengan wajah BSP terparkir di sana, bahkan baliho besar yang terpasang secara horisontal di halaman depan pun kini telah di lepas, tinggal kerangka kayu yang masih terpasang, Jumat (29/03/2019)

TRENDING :  Unjukrasa Aktifis : KPK Kami Tak Butuh Ceramah, Kami Butuh OTT

Bagus, tetangga rumah Bowo mengungkapkan jika dirinya tidak tahu soal kabar penangkapan Bowo oleh KPK. Dijelaskannya rumah yang ditempati anggota DPR RI itu merupakan rumah kontrakan. Menurutnya rumah tersebut sebenarnya milik seorang pengacara bermana Daru Handoyo.

“Bowo menyewa rumah itu sudah cukup lama. Persisnya saya tidak tau. Tetapi rumah itu jarang ditempatinya. Sehari-hari memang sepi begitu. Entah ada penjaganya atau tidak saya kurang tau. Soalnya selama ini dia tertutup dengan warga sekitar,” katanya.

TRENDING :  Kapolres Berharap Pilkada Kudus Berlangsung Damai

Kendati kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI, menurut pengakuan Bagus, Bowo tidak pernah sekalipun meminta dukungan kepada warga disekitar rumah itu.

“Biasanya kalau ada yang nyaleg minta dukungan ke tetangga dan warga sekitar. Tetapi dia tidak, mungkin karena dia bukan warga asli sini,” katanya.

Anggota Fraksi Golkar DPRD Kudus, Mawahib mengaku telah mendengar kabar penangkapan Bowo. Kepada media ini, dia menegaskan tidak bisa berkomentar banyak terkait hal tersebut.

TRENDING :  Bawaslu Jateng Pantau Tes Wawancara Rekrutmen Calon Anggota PPD/PPL

“Saya tidak bisa berkomentar banyak. Tunggu nanti keputusan KPK seperti apa,” ujarnya. Saat ditanya soal penangkapan Bowo akan berdampak pada perolehan suara Partai Golkar pada Pemilu 2019. Dia menegaskan bahwa pihaknya belum bisa berkomentar.

Sedangkan saat ditanya terkait keluarga Bowo. Dia juga mengatakan tidak tahu banyak.

“Yang saya dengar dia bukanlah orang asli Kudus, karena dia lahir di Mataram. Sedangkan kedua orang tuanya tinggal di Kabupaten Demak,” ujarnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :