Ditengah Rencana Impor, Stok Beras di Jepara Aman Tiga Bulan Kedepan

oleh

Jepara, ISKNEWS.COM (Lintas Jepara) – Ditengah rencana pemerintah yang akan mengimpor beras akhir Januari ini, persediaan beras di Jepara dipastikan aman selama sekitar tiga bulan ke depan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Gudang Bulog Jepara Ahmad Muzajjad, Senin (15/1/2017).

Menurutnya, saat ini ketersediaan beras di gudang Bulog Jepara sebanyak 1.850 ton. Jumlah tersebut masih aman hingga tiga bulan kedepan. Dengan persediaan ini, tidak ada alasan pedagang menaikan harga beras karena kekurangan stok. “Untuk harga beras dari distributor ke pedagang pun sebenarnya sudah diatur. Harga jual beras medium oleh distributor ke pedagang Rp.8.500 per kilogram,” katanya.

TRENDING :  Istri ASN Diharapkan Jadi Motor Penggerak Keluarga

Sementara itu, salah seorang petani di Desa Rengging Sapan menyayangkan rencana pemerintah yang akan melakukan impor beras akhir bulan ini. Menurutnya, akhir bulan depan diperkirakan sudah musim panen padi sehingga jika beras impor masuk, tentu petani lokal yang akan dirugikan. “Kebijakan impor itu selalu petani nanti yang akan dirugikan, sehingga kita berharap rencana impor dibatalkan,” katanya.

TRENDING :  Polri Pastikan Pelapor Beras Plastik Tak Akan Dipidanakan

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suharta pihaknya terus melakukan pantauan stok dan harga beras di Jepara. Monitoring ke pasar ini untuk menghindari permainan harga oleh pedagang nakal maupun distributor. Selain itu juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk membeli beras sesuai dengan HET.

Dalam monitoring beberapa hari lalu, masih didapati pedagang yang menjual beras diatas HET. Meski demikian, pihaknya tidak melakukan penindakan. Pedagang hanya diberikan pengarahan serta menghimbau masyarakat untuk membeli beras sesuai dengan HET. “Untuk saat ini kita peringatkan dulu. Jika dia masih menjual diatas HET, sementara juga tersedia beras yang dibawah HET, tentu dengan sendirinya masyarakat akan beralih ke harga yang lebih rendah,” ujarnya. (ZA/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :