Ditertibkan, Kendaraan Yang Parkir Di Atas Trotoar

by

KUDUS, isknews.com – Dinas Perhubungan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kudus, tiada henti-hentinya melakukan penertiban perpakiran, tidak hanya terhadap para juru parkir, melainkan juga masyarakat pengguna kendaraan bermotor, yang parkir di tempat yang tidak semestinya. Termasuk diantarannya yang memarkir kendaraannya di atas trotoar, yang sudah jelas diperuntukkan bagi masyarakat pejalan kaki.
Kepala Dishubkominfo Kabupaten Kudus, Drs Didik Sugiharto, melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran, Istiyanto SH, yang dihubungi isknews.com, Kamis (5/11), membenarkan hal itu. Menurut dia, tujuan dari penertiban itu sudah jelas, yakni untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat pejalan kaki yang, tanpa terganggu dengan adanya kendaraan yang parkir di trotoar. “Masyarakat punya hak untuk mendapatkan kenyamanan berjalan kaki, karena trotoar seseuai peruntukkannya, memang disediakan bagi mereka , bukan untuk tempat parkir kendaraan bermotor.”
Untuk mensosialisasikan hal itu, ungkapnya lanjut, pihaknya tidak segan-segan turun ke lapangan, baik pada saat sendirian, maupun bersama anggotanya. Penertiban terhadap warga masyarakat yang memarkir kendaraannya di atas trotoar, dilakukan secara pendekatan dan persuasif, yang hasilnya bisa dipahami dan diterima oleh warga masyarakat yang kedapatan sedang memarkir kendaraannya di atas totroar.
Penertiban itu tidak hanya dilakukan terhadap masyarakat, melainkan juga kepada pemilik toko atau kantor yang membuka usahanya di sisi jalan-jalan yang ramai dengan lalu lintas, agar menyediakan areal parkir. Kendala yang dihadapi pihaknya, adalah terbatasnya petugas perparkiran, sehingga tidak setiap waktu bisa melakukan razia turun ke jalan. “Misalnya adanya toko atau kantor yang parkir sepeda motornya memenuhi trotoar, b ahkan sampai memakan badan jalan, pada saat ada petugas, kelihatan tertib, tetapi saat petugas pergi, ya kembali seperti itu lagi,” tutur Istiyanto.
Mengenai jumlah juru parkir, Kepala UPT Perparkiran itu menjelaskan, dari jumlah sekitar 200 lebih juru parkir resmi yang sekarang ini, dirasa masih kurang, untuk melayani kebutuhan masyarakat. Karena itu pihaknya membuka lowongan bagi masyarakat yang berminat menjadi juru parkir. “Caranya, carilah lahan parkir yang belum terlayani atau belum ada petugas parkirnya, ajukan permohonan ke Dishubkominfo, nanti akan kami sahkan. Ini peluang bagi masyarakat, untuk mengurangi pengangguran.” (DM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :