Dituding Mangkrak, RPH Giatkan Sosialisasi Pemanfaatan Rumah Potong Bagi Jagal Hewan

by

Kudus, ISKNEWS.COM – Usai dikritisi oleh sejumlah LSM mengenai keberadaan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ada di Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, RPH yang menurut Ketua LSM Hitam Putih Sarjoko, masuk dalam katagori mangkrak karena biaya pembangunan yang tak seimbang dengan kinerja rumah potong, kini RPH mulai intensif dengan sosialisasi dan implementasi Perda Nomor 13 tentang RPH di lapangan.

TRENDING :  Rangsang Peternak Budidayakan Sapi Betina, Puskeswan Upayakan IB Sapi Belgian Blue

Meski menolak tudingan disebut mangkrak dan tidak terurus, keberadaan RPH yang juga sudah dipenuhi coretan-coretan di dinding akibat aksi vandalisme serta bau yang kurang sedap, akibat kotoran yang lama tak dibersihkan tersebut secara implisit dibantah oleh Kepala UPTD Puskeswan dan RPH Sudibyo, dalam sebuah kesempatan. Dirinya menolak bahwa bangunan tersebut mangkrak, sebab secara sporadis masih ada jagal yang menyembelihkan binatang ternaknya di tempat tersebut.

” Ada tiga jagal yang memanfaatkan sudah RPH, semuanya berasal dari Ploso dan rata-rata sehari satu jagal memotong satu sampai dua ekor hewan. Sedangkan di Kudus terdapat 11 orang jagal hewan, tiga orang dari Desa Bacin, Kaliwungu dua orang, Ngembal satu orang, kecamatan Undaan satu orang dan dari Gebog satu orang, menyembelihnya disini jadi tidak mangkrak,” ujarnya.

TRENDING :  Pembangunan RPH (Rumah Potong Hewan) di Desa Prambatan Hampir Selesai Dikerjakan
KOMENTAR SEDULUR ISK :