Djarum Foundation Bakti Sosial ,”Pelatihan Pengelolaan Resiko Kebakaran dan Penyakit Dalam Program Peningkatan Menu Panti Asuhan “

Djarum Foundation Bakti Sosial ,”Pelatihan Pengelolaan Resiko Kebakaran dan Penyakit Dalam Program Peningkatan Menu Panti Asuhan “
djarum-1
Praktik pemadaman Api dengan menggunakan kain sarung

Kudus,isknews.com – Upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan menu di Panti Asuhan binaan Djarum Foundation memasuki tahap kelima yakni Pelatihan Pengelolaan Resiko Kebakaran dan Penyakit di Djarum Oasis Factory, Jumat (25/11/16).

Dalam kesempatan itu sejumlah pengelola dapur dan pengurus Panti Asuhan binaaan Djarum Foundation turut hadir dalam pelatihan pemadam kebakaran sebagai bekal antisipasi ketika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Hal itu disampaikan juru bicara Djarum Foundation,Rahma Mochtar Kusumasastra kepada isknews.com bahwa pelatihan pemadam kebakaran sebagai lanjutan dari program peningkatan mutu menu di Panti Asuhan sebagai bekal kompetensi untuk menghadapi terjadinya kebakaran di dapur.

TRENDING :  Pusat Jajan Basah Gang Papat

“ Mengapa harus dilatih pemadam kebakaran,karena mereka harus memiliki kompetensi sebab dalam profesinya sebagai juru masak mereka seringkali menghadapi potensi dan resiko terjadinya kebakaran di dapur, sehingga kepada mereka harus dibekali pelatihan oleh Fire Brigade Djarum dengan alat dan sarana yang mudah didapat di panti.” Paparnya.

Lebih lanjut dirinya juga menyampaikan bantuan Alat Pemadam Api Ringan untuk tiap tiap panti sebagai tindakan awal ketika terjadi kebakaran di lingkungan tempat mereka berada.” Selain itu kita juga memberikan sosialisasi tentang bagaimana mengelola makanan higienis dan sanitasi sehingga memperoleh wawasan dan pandangan guna melengkapi 4 materi sebelumnya tentang memasak pada bulan Deember mendatang.” Imbuhnya.

TRENDING :  Tak Tersedia Lahan SMP 1 Kudus Peroleh RKB Senilai Rp 3,4 M

Hal senada juga disampaikan Fire Cheif PT.Djarum, Hardi Cahyana bahwa pelatihan ini sebagai bekal melatih savety di lingkungan masing masing khususnya di dapur dengan cara cara yang benar.
“Beberapa metode telah diajarkan sebagai penanganan ketika terjadi keadaan emergenci dan langsung tanggap melakukan pemadaman ,utamanya pengamanan diri sendiri menjadi prioritas.” Pungkasnya.

TRENDING :  MAN 2 Kudus dan MA NU Banat Raih Peringkat 5 Besar Hasil UN Se-Jawa Tengah

Sementara itu, pemberian pemahaman tentang bagaimana mengelola bahan makan dengan memperhatikan faktor higienis dan sanitasi diberikan oleh dr Ahmad saiful.

Pada kesempatan tersebut, dijelaskan bahwa penyajian makanan sehat mesti diawali dengan cara pengelohan yang benar dan aman bagi tubuh. (Mr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post