Djati Solechah : Jadikan Politik Untuk Berjuang Merubah Bangsa Menjadi Lebih Baik

Djati Solechah : Jadikan Politik Untuk Berjuang Merubah Bangsa Menjadi Lebih Baik

Kudus, isknews.com – Optimalisasi proses sosialisasi pemahaman hak politik, memerlukan strategi dan tempat yang tepat di mana sosilisasi politk itu dilaksanakan, salah satu contoh bahwa sebagai salah satu sarana atau agen tempat sosioalisai politik itu adalah di lingkungan sekolah. Sekolah merupakan suatu wahana yang luas untuk sosialisasi politik. Sebagai institusi pendidikan formal, sekolah memiliki potensi yang sangat besar dalam meletakkan pondasi dasar bagi terciptanya kehidupan masyarakat ataupun politik yang demokratis.

Selama ini kita kebanyakan menganggap bahwa politik dan pendidikan adalah dua hal dengan kutub yang berbeda. Politik berorientasi kepentingan sedangkan pendidikan justru mengajarkan untuk merangkul semua kepentingan sehingga menjadi seperti tanpa kepentingan. Oleh karenanya kedua hal tersebut senantiasa dipisahkan. Untuk kemajuan sebuah bangsa kita perlu berpolitik dalam mengkritisi kepemimpinan suatu daerah guna kemajuan daerah tersebut, sedangkan untuk dapat merubah daerah atau Bangsa ini tidak cukup dengan kedudukan pada posisi yang sudah mapan saja melainkan juga harus paham, mampu dan mau ber-politik. Jika ingin Politik sukses maka perbaiki dulu faktor ekonominya karena kita tidak mungkin berpolitik dalam keadaan lapar.

BACA JUGA :  Masih Ada SD Di Kudus Yang Belum Punya Gedung Perpustakaan

“Jadikan Politik dalam pilihan idealisme berjuang untuk merubah Bangsa atau Daerah menjadi lebih baik, bukan ladang perjuangan untuk mencari nafkah yang lebih baik,” demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Kesatuan Kebangsaan dan Politik, Kabupaten Kudus, Djati Solechah dalam acara yang digelar oleh kantornya, dengan tema  Sosialisasi Penguatan Pendidikan Politik Bagi Masyarakat dan Pelajar, Di SMAN 1 Bae Kudus, Selasa (20/9).

Kegiatan Sosialisasi Penguatan Pendidikan Politik Bagi Masyarakat dan Pelajar yang diselenggarakan oleh Kesbangpol Kudus dengan Ketua Panitia Kasi Kewaspadaan dan Politik, Nurul Hakim, digelar di Aula Sekolah tersebut dan diikuti oleh sekitar 150 orang siswa.

Hadir dalam kegiatan tersebut selain, Djati Solechah, Dosen STAIN Kudus, Dr. Ani Ismayawati, SH, M.Hum, anggota KPUD Kudus, Syafiq Ainurido, S.Pd, Kepala Sekolah SMAN 1 Bae, Supriyono, S.Pd serta siswa-siswi SMAN 1 Bae Kudus.

BACA JUGA :  SD Muhammadiyah Birrul Walidain Wisuda Siswa Angkatan Pertamanya

Sementara itu Syafiq Ainurido dari KPUD Kudus, menyampaikan “Demokrasi merupakan pemerintahan dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat serta pelaksanaan pemerintahan oleh rakyat merupakan suatu bentuk demokrasi prosederat sedangkan Pemilu merupakan sarana kedaulatan rakyat serta prosesnya dimana warga negara akan memilih dan memberi wewenang kepada yang terpilih untuk menjadi pemimpin dan wakil rakyat,” ujanya.

Ditambahkannya pada tahun 2018 nanti akan ada pemilihan Kepala Daerah (Bupati dan Wakil Bupati) serta Gubernur dan Wakil Gubernur, “saya harapkan nanti dapat menggunakan hak pilih kita dengan baik.  Saya harapkan dalam Pemilu ke depan jangan golput, kita manfaatkan hak pilih kita dalam menentukan nasib Bangsa,” tandas Syafiq.

BACA JUGA :  Wakili Jateng, Siswi SMA 1 Kudus Terpilih Sebagai Anggota Paskibraka Nasional 2017

Sesi Dr. Ani Ismayawati, SH, M.Hum, Dosen STAIN Kudus,  antara lain mamaparkan, Para pemilih pemula harus diberi wawasan tentang pentingnya menggunakan hak suara dalam Pilbup 2018 agar mereka bisa ikut berpartisipasi mensukseskan Pilbup 2018 nanti sehingga akan mengurangi jumlah golput, Pemilih yang cerdas adalah yang terbuka, tidak tergiur tipu-tipu kampanye, apalagi dengan iming-iming uang, untuk itu kita harus tahu misi dan visi dari calon pemimpin, salah satu kendala dalam Pemilu adalah golput, mereka adalah kelompok orang yang tidak menggunakan hak pilihnya. “Saya harapkan nanti adik-adik dalam pelaksanan Pemilu tahun 2018 nantinya dapat cerdas dalam memilih wakil rakyat,” ujarnya. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post