Djati Solekhah : Tak Boleh Ada Sweeping Karaoke Oleh Ormas Dan LSM Karena Semua Sudah Satu Visi Tutup Total Karaoke

15170837_1893599524193324_6841515078373874947_nKudus, isknews.com – Keberadaan cafe dan karaoke yang disinyalir masih ada di Kudus malam ini benar-benar di segel oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kudus, di dampingi berbagai satuan dari Polres Kudus TNI dan SKPD terkait keberadaan Hiburan yang sudah diamanatkan dalam Perda 10 tahun 2015 untuk ditutup.  Malam ini Bupati Kudus, Musthofa, didampingi Kapolres AKBP Andi Rifa’i, Dandim 0722 Kudus, Letkol Czi Gunawan Yudha Kusuma serta Kajari Kudus dan Ketua DPRD Kudus benar-benar merealisasikan apa yang menjadi pernyataannya.

Operasi gabungan malam ini telah dijalankan kafe karaoke yang biasa bandel tetap beroperasi meski telah seringkali di razia oleh dalam operasi malam tadi telah disegel oleh satpol PP, yang didampingi oleh sejumlah Pasukan dari Polres Kudus dari berbagai satuan terkait, TNI dan Satpol PP, Kamis (29/12/16).

Baca Juga :  Kebakaran Bengkel Tambal Ban desa Jepang

Sikap bupati ini dalam upaya menegakkan aturan. Yaitu Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2015 tentang hiburan malam, pub, termasuk hiburan karaoke. Aturan yang telah ditetapkan ini harus benar-benar ditaati semua pihak.

“Saya ingin menjaga Kudus ini kondusif dengan suasana masyarakat religi penuh persaudaraan tetap terjaga, dengan mengikuti aturan,” imbuhnya.

Ketegasan bupati ini mendapat respon positif dan dukungan dari Kapolres dan Dandim 0722 Kudus serta Satpol PP sebagai penegak perda pemkab. Semua aparat akan turun sampai karaoke benar-benar tuntas.

Baca Juga :  Detik-Detik Bus Sinar Mandiri Terbakar

Untuk kelancaran penutupan karaoke, telah dibentuk tim. Selain dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP, juga ada Ketua DPRD, tim dari SKPD terkait termasuk Dishub dan Disbudpar, serta PPNS.

“Apalagi ini menjelang tahun baru, Kudus harus bersih dari karaoke. Masyarakat bisa merayakan tahun baru dengan nyaman” tegasnya.

Bahkan, Bupati akan menggelar pengajian untuk merayakan pergantian tahun. Ini merupakan penegasan religiusitas masyarakat di kota Kudus.

Sementara itu Kepala Kantor Kesatuan Kebangsaan dan Politik Kudus, Djati Solechah menyampaikan, “Musibah ini memang ada hikmahnya, maka saya himbau sudah tidak boleh lagi ada Ormas dan LSM yang boleh melakukan sweeping terhadap kafe dan karaoke, karena Bupati dan Forkopimda semua sudah bertekad bulat satu visi, menutup total operasi kafe dan karaoke tanpa reserve,” ujarnya di lokasi operasi penyegelan malam itu. (YM)

Baca Juga :  Bersenggolan Dengan Supra CBR "Nyemplung" Ke Parit
APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?