Dokar, Angkutan Tradisional Yang Masih Diminati Peziarah

by
ISKNEWS.COM
Foto: Sejumlah dokar yang mangkal dan parkir di area TWBK Kudus. (Darmanto Nugroho/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Pengelola Terminal Wisata Bakalan Krapyak, Kabupaten Kudus, dalam melayani kebutuhan peziarah Walisongo yang terkait dengan transportasi lokal, telah menyediakan bermacam model angkutan (moda) wisata, termasuk diantaranya, dokar atau kereta yang ditarik kuda.

Angkutan tradisional ini bersaing dengan moda wisata lainnya yang melayani para peziarah dari TWBK ke Makam Sunan Kudus, yakni becak, ojek sepeda motor dan angkutan pedesaan. Area parkir atau tempat mangkal dokar ini, di lapangan sebelah utara parkir becak.

Menurut Kepala TWBK, Williyanto, saat dihubungi isknews.com, Kamis (19-04-2018), di ruang kerjanya, di kalangan para peziarah yang busnya transit di TWBK, lebih memilih naik becak, ojek sepeda motor dan angkudes, daripada naik dokar. “Hanya sebagian kecil peziarah yang naik dokar, mungkin karena ingin santai sambil melihat-lihat pemandangan Kota Kudus.”

TRENDING :  Berikut Tahapan Pendaftaran Pengisian Jabatan Sekda Kudus

Meskipun demikian, lanjutnya, dokar yang jumlahnya 10 unit itu, setiap hari tetap beroperasi, menunggu peziarah yang berminat naik angkutan tersebut. Namun karena jarak dari TWBK ke Makam Sunan Kudus cukup jauh dan melelahkan kuda penariknya, operasi dokar hanya sampai jam 11:00 WIB.

TRENDING :  Jaringan Fiber Optic Biznet Terus Ekspansi Kabupaten di Pantura Timur

KOMENTAR SEDULUR ISK :