Dolanan Tradisional Mulai Terlupakan

Dolanan Tradisional Mulai Terlupakan

Kudus, isknews.com- Budaya sangat erat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Mengandung pengertian seluruh budaya, nilai, norma, pengetahuan dan struktur sosial secara keseluruhan, agama, dan lainnya, ditambah semua pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Salah satu unsur budaya adalah seni atau kesenian. Realisasi seni ada berbagai macam. Seperti misalnya permainan atau yang akrab disebut dolanan. Dolanan adalah seni yang mudah dan menyenangkan untuk anak-anak. Pada dasarnya bermain adalah aktivitas yang sangat menyenangkan. Terutama saat memainkan berbagai permainan tradisional. Bagi mereka yang tidak pernah merasa (memainkan permainan tradisional dan mencobanya) akan setuju bahwa permainan tradisional ini sangat menarik.

TRENDING :  Pertalite Akan Mulai Didistribusikan di Jawa Tengah

Melalui dolanan tradisional ini tanpa sadar anak telah berlatih spontanitas, mengolah tubuh, suara, dan kemampuan untuk berimprovisasi. Sayangnya dengan pergeseran zaman permainan tradisional ini mulai ditinggalkan oleh masyarakat modern. Dengan kehadiran permainan modern membawa manusia semakin terasing dari dunia nyata.

TRENDING :  Ketua Komisi D DPRD Kudus Sesalkan Wacana Kebijakan Kemendikbud Soal Penghapusan Sertifikasi Guru

Orang tidak perlu berinteraksi dengan orang lain untuk memainkan game. Mereka dapat bermain dan menciptakan dunianya sendiri terlepas dari keadaan disekitarnya. Sifat manusia sebagai makhluk sosial terancam, dan ini membuat orang menjadi lebih individual.

Permainan anak tradisional tidak dapat dilihat hanya sebagai salah satu bentuk dari permainan saja. Banyak filosofi bijak, nilai-nilai dan lokal yang terkandung dalam permainan tradisional. Permainan tradisional juga merupakan bentuk resistensi budaya.

TRENDING :  Ingin Bernostalgia Makan Makanan Khas Kudus di Ibukota? Datang Saja Dan Catat Tanggalnya... GRATISSS!

Seiring berjalannya zaman kini mulai merubah perkembangannya, mari kita sebagai generasi harus bisa mencintai dan melestarikan seni kita sendiri, agar kelak anak cucu kita dapat merasakannya, sehingga nantinya bangsa lain dapat mengenalnya tanpa harus mengambilnya, dan tidak ada kata penyesalan di akhirnya. *GP

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post