Donat Salju Terus Bertahan Melawan Gerusan Zaman

by
Donat Salju isknews
Foto: Penjual donat salju yang sedang melayani pembeli di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Selasa (20-02-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Dahulu pada era 90-an masyarakat seolah dimanjakan dengan sejumlah jajanan tradisional seperti es tung-tung, manisan kedondong, rambut nana, gulali dan donat salju. Cita rasanya yang lezat menjadikan kuliner tersebut begitu populer dan digemari oleh masyarakat. Tak ayal, jika masyarakat dapat dengan mudah menemukan penjual makanan ini di sekolah dan pusat keramaian pada masa itu.

TRENDING :  Padepokan Joyo Binangun, Peninggalan Sunan Muria di Bareng Gunung

Seiring berjalannya waktu, makanan tersebut mulai sulit dicari. Perubahan pola makan masyarakat menjadikan sejumlah penjual cemilan tersebut gulung tikar tak membekas. Kini hanya tersisa beberapa penjual kuliner era 90-an yang masih bertahan melawan perubahan zaman.

Salah satunya adalah Jumadi (60), seorang pengusaha donat salju asal Desa Getas Pejaten, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Diakuinya, jika minat konsumen akan donat salju tidak sebanyak dahulu. Meskipun demikian ia masih memutuskan bertahan menjalani usaha tersebut. Lantaran usianya yang tak lagi muda, sehingga tidak ada pekerjaan lain selain tetap menjalankan usaha donat salju.

TRENDING :  Awas Tertipu Grup ISK Palsu!
Donat Salju-2 isknews
Foto: Jumadi (60), pengusaha donat salju asal Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Selasa (20-02-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :