DPD PAN Kudus Gelar Tasyakuran HUT Ke 18

Kudus, isknews.com – Dewan pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kudus menggelar syukuran HUT ke-18 dn peringatan hari kemerdekaan ri ke 71 di Kantor DPD PAN di jalan Mayor Kusmanto 15 Rendeng Kudus, Rabu (24/8) malam. Ketua DPD PAN Kudus Budiyono  menjelaskan,  acara ini digelar untuk mensyukuri eksistensi PAN selama 18 tahun dengan menghadirkan seluruh kader  PAN  ditingkat Pimpinan Cabang para calon pengurus harian hingga para pendiri partai.

Dihadiri kurang lebih 60 orang kader, acara yang digelar dalam format lesehan tersebut berlangsung dengan hidmat, “Malam ini kita mensyukuri atas keberhasilan para pendiri Partai, sehingga partai ini menjadi partai yang masih eksis hingg sekarang, jadi ini malam syukuran, tidak ada unsur berpesta, tidak ada unsur kemeriahan, hanya mensyukuri,” kata Budiyono.

Baca Juga :  DPD PAN Kudus Gelar RAKERDA

Budiyono yang dalam sambutannya banyak mengulas sejarah berdirinya partai baik di tingkat nasional hingga tingkat daerah utamanya PAN di Kudus, “sebagai kader kita musti tahu sejarah terbentuknya partai ini, PAN didirikan pada tanggal 23 Agustus 1998, dan untuk itulah malam ini kita gelar tasyakuran sebagai wujud syukur kita, karena kita telah menjadi bagian dari Partai yang kita cinti ini,” ujar Budiyono di hadapan para kadernya yang sebagaian besar wajah-wajah baru dan muda.

Senada dengan Budiyono, Eddy Yusuf, inisiator atau pendiri PAN di Kudus, menambahkan di usia partainya yang menginjak 18 tahun tersebut, PAN sudah menunjukkan eksistensinya menjadi partai yang tak menciptakan kegaduhan dalam dunia politik, “bila kita mengingat pada saat pembentukan partai ini di Kudus, sungguh perjalanan yang amat berat, apalagi sempat Partai yang dilahirkan oleh Rahim Ormas Muhammadiyah ini, sempat dilarang memanfaatkan dan menggunakan properti dan infrastruktur milik persyarikatan itu, karena Muhammadiyah meski merupakan ibu kandung partai ini, namun tetap menjaga jarak organisasi demi menjaga netralitasnya,”  ujar Eddy.

Baca Juga :  Terpilih Secara Aklamasi, Tri Ernawati Nahkodai Partai Golkar Kudus 2016-2021

Sementara itu ustadz DR. Al Hilal Madjdi ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kudus, yang di undang sebagai pembicara tamu, dalam pesan tausyiyahnya menyampaikan,  “kita bisa berhidmat menjadi politisi, tetapi kita juga bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa politikus itu adalah mereka-mereka yang memiliki gagasan dan mampu melaksanakan gagasan itu secara baik dan beretika, politik adalah alat untuk meraih kepentingan nmun demi kemaslahatan umat ” katanya.

Dirinya mencontohkan, Buya Hamka meskipun ditahan tanpa di adili selama dua tahun sebagai tahanan politik di masa rezim Soekarno, namun dipenjara itu hamka justru berhasil menciptakan karya yang luar biasa, yaitu tafsir Al Azhar.

Baca Juga :  GP Ansor Kudus Deklarasikan Kesetiaan Pada Pancasila dan NKRI

Acara  di tutup dengan do’ a, dan dilanjutkan dengan santap makan malam bersama kepada seluruh kader yang hadir dalam acara tasyakuran Milad PAN ke 18 tersebut. (YM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?