Drainase Jalan Ngareng Bakal Dinormalisasi

Drainase Jalan Ngareng Bakal Dinormalisasi

Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Drainase (saluran air) di Jalan Ngareng Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, bakal dilakukan normalisasi untuk membersihkan sumbatan dan mengatasi pendangkalan. Itu dilakukan, supaya aliran air menjadi lancar. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, hanya melakukan normalisasi saja tanpa melakukan penataan trotoar maupun rehabilitasi drainase.

Sebagaimana diketahui, penyumbatan dan pendangkalan sepanjang drainase tersebut terjadi bertahun-tahun. Kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya bangunan di pinggir jalan tersebut menjorok hingga memakan trotoar. Nyaris, tidak ada tempat bagi para pejalan kaki.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Suharyono menyatakan, Drainase di Jalan Ngareng tahun ini belum masuk dalam rencana pembangunan.

TRENDING :  Dibangun Bertingkat SD Pasuruhan Kidul Peroleh Proyek Perpustakaan Senilai Rp 521,20 juta

Namun, itu akan diperbaiki pada tahun 2018 mendatang. Meski demikian, saluran air di jalan tersbut akan tetap dilakukan normalisasi untuk membersihkan sumbatan serta mengatasi pendangkalan. “Selain itu kejadian kerusakan Drainase di jalan Ngareng itukan baru 2017 ini, jadi baru dianggarkan untuk 2018 nanti,” terangnya.

Dia menjelaskan, bahwa tahun 2017 ini akan melakukan renovasi trotoar di Jalan Ronggolawe serta rehabilitasi trotoar di Jalan Pemuda. Dengan masing-masing anggaran, untuk di Jalan Ronggolawe sebesar Rp. 3,5 Milyar, sedangkan di Jalan Pemuda sebesar Rp. 2 Milyar.

TRENDING :  Sumiyatun," Optimis Hadapi Tim Penilai ADPURA Bersamaan Dengan Pembangunan "

Menanggapi hal itu, masyarakat Cepu sangat menyayangkan jika trotoar di Jalan Ngareng tersebut tidak dilakukan penataan. “Karena banyak sekali bangunan yang memakan trotoar. Sehingga mengganggu para pejalan kaki,” kata Muntaha, pria yang melakukan aktivitasnya di Kota Cepu ini.

Terlebih, menurut dia, banyak warga dari luar kota yang banyak melakukan aktivitas melalui Jalan Ngareng. “Terutama bagi mereka yang berkepantingan di PPSDM Migas, Pertamina, maupun di STEM Akamigas Cepu,” kata dia.

TRENDING :  Menteri ESDM Kunjungi Cepu

Menurut dia, Pemkab Blora dianggap tidak tidak mementingkan skala prioritas. “Mereka lebih memilih membangun patung Arjuna berkuda dengan anggaran milyaran dibanding menata trotoar yang jelas lebih bermanfaat,” tutupnya. (as)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*