Dramatis! Begini Sofi’i Selamatkan Bayinya Dari Banjir Bandang

oleh
Foto: Sofi'i, korban banjir di Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COMBanjir bandang akibat jebolnya tanggul Sungai Piji melanda wilayah Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Senin (05-02-2018) sore, sekira pukul 16.30 WIB. Sedikitnya 180 rumah terendam banjir dengan ketinggian 1-2 meter.

Kerusakan terparah akibat banjir, menimpa rumah Sofi’i yang berada di RT 02/RW 02, atau letaknya persis di depan tanggul yang jebol. Saat banjir, luapan air bah dari jebolnya tanggul mencapai sekitar 2 meter.

Sofi’i bercerita, banjir terjadi pada pukul 16.30 WIB kemarin. Saat itu hujan turun dengan sangat deras. Dia mengaku, sudah merasa khawatir karena tanggul sungai di depan rumahnya memang sebelumnya mengalami retak.

TRENDING :  Dua Pekan Ratusan Rumah Warga Desa Jati Wetan Terendam Banjir

Karena khawatir, saat hujan berlangsung, dirinya mengawasi tanggul dari ruang tamu rumahnya. “Kemarin hujannya sangat deras dan kondisi sungai sudah penuh dengan air akibat hujan seharian,” tuturnya kepada isknews.com, Selasa (06-02-2018).

Benar saja, tanggul yang semula retak akhirnya jebol membentuk lubang diameter sekira 1 meter. Melihat hal itu, dirinya bergegas menyelamatkan istri dan anaknya yang baru berusia dua bulan.

“Ketika saya melihat tanggul mulai bocor, langsung istri saya panggil yang berada di kamar untuk menyelamatkan diri. Kami lari menuju Utara, menjauh khawatir jebolnya bertambah besar,” tuturnya.

TRENDING :  Geliat Penulis Kota Kretek

Tak sampai tiga menit, akhirnya tanggul benar-benar jebol sepanjang 10 meter. Hal itu, mengakibatkan air bah mengalir sangat deras menerjang rumahnya. Ketinggian mencapai dua meter, membuat seisi rumah Sofi’i porak-poranda.

“Kami telat sedikit saja, sudah tidak tahu apa jadinya. Kami bersyukur masih diberikan keselamatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, di dalam rumahnya saat banjir ada dua sepeda motor. Beruntung motor tersebut, tidak hanyut dari terjangan banjir. Hanya saja membutuhkan servis karena terendam air setinggi 2 meter.

Sama halnya dengan surat-surat berharga seperti sertifikat, STNK, BPKB dan lainnya yang berada di almari, juga tidak hanyut ataupun basah. Karena almari masih berada dalam posisinya, meskipun diterjang banjir.

TRENDING :  Undang Stakeholder Se Area Kerjanya, PLN UP3 Kudus Serap Masukan Dan Saran Perbaikan Kinerja

Hanya saja, lanjut Sofi’i, seluruh gerabah dapur, TV, mesin jahit, magic com, tempat tidur, kasur, dan seluruh pakaian hanyut terbawa arus. “Tidak mengapa bagi kami, syukur Alhamdulillah masih diberi keselamatan,” sebutnya.

Akibat diterjang banjir, kerugian diprediksi mencapai lebih dari Rp 20 juta. Karena harus memperbaiki hampir 2/3 rumahnya. Mulai dari pintu, kaca dan lain sebagainya yang rusak sangat parah. Termasuk, atap teras yang hancur akibat kuatnya aliran air dari jebolnya tanggul Sungai Piji. (MK/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :