Dua Keluarga Di Jepara Hidup Di Rumah Roboh

Dua Keluarga Di Jepara Hidup Di Rumah Roboh

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Selama setahun ini, dua keluarga di Desa Brantaksekarjati RT 6 RW 1 Kecamatan Welahan terpaksa hidup di rumah yang roboh. Kondisi itu terpaksa dijalani lantaran tak ada biaya untuk memperbaiki serta belum adanya bantuan dari para pihak. Yang lebih memprihatinkan, tiap malam cahaya penerang hanya berasal dari lilin.

Kedua kepala keluarga tersebut merupakan adik-kakak, yakni pasangan Siti Nadiroh dan Abdul Rohman, serta Nur Khoiriyah dan Ahmad Suhardi. Rumah keduanya berdempetan. Siti Nadiroh bahkan hanya punya satu ruangan bekas kamar tidur untuk berteduh. Kondisinya kumuh karena digunakan untuk menyimpan barang-barang rumah tangga, sekaligus tempat tidur. Ia memiliki tiga anak yang masih kecil.

TRENDING :  Tengah Terlelap, Sejumlah Barang Berharga Raib

Siti Nadiroh mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Kalau dari swasta pernah, tapi besarnya belum cukup untuk memperbaiki rumah. Tiap malam hari, penerangan di rumahnya hanya mengandalkan cahaya lilin. Lantaran, listrik sudah diputus yang awalnya masih menyalur di rumahnya. “Penerangan hanya menggunakan lilin karena tidak punya listrik sendiri,” katanya, Senin (26/9/2017).

TRENDING :  Cah Juwana Pluralitas Gelar Lomba Membuat Wayang Anak-anak

Nadiroh menjelaskan, suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh pembuat batu bata tidak memiliki biaya untuk merenovasi rumah. Selama ini, pendapatan dari buruh itu hanya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, Nur Khoiriyah hidup bersama tujuh anggota keluarganya. Tiap malam tidur bergerombol di ruang tamu. Hampir semua atap ruangan rumah telah roboh. Bahayanya, sisa atap yang rapuh mengancam keselamatan penghuninya. “Saat hujan semua air masuk ke rumah, karena atapnya sudah roboh tak ada gentengnya,” katanya.

TRENDING :  PDAU Diminta Buat Inovasi Tingkatkan Pendapatan

Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinsospermades Jepara, Subhan mengatakan, pihaknya telah mendatangi lokasi untuk membuat laporan guna pemberian bantuan sementara. “Bantuan logistik sudah kita berikan. Selanjutnya, desa diminta mengajukan bantuan,” ujarnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post