Dua Pasangan Bakal Calon Bupati Jepara Lakukan Tes Kesehatan Di RSUD dr. Loekmonohadi Kudus

Dua Pasangan Bakal Calon Bupati Jepara Lakukan Tes Kesehatan Di RSUD dr. Loekmonohadi Kudus

Kudus, isknews.com – Suasana RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, pagi hingga siang tadi terasa tidak biasa, Senin (26/9), sebuah mobil vorijder milik Polres Jepara dan beberapa anggota kepolisian baik berseragam maupun preman dari dua Polres, baik Kudus maupun Jepara nampak berjaga dan menunggui sesuatu yang saat itu sedang berada di dalam Rumah Sakit kebanggaan warga Kudus tersebut.

Ya rupanya di dalam  Rumah Sakit itu,  Dua pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Jepara, Ahmad Marzuki-Dian Kristiandi dan Subroto-Nur Yahman, sedang menjalani tes kesehatan lanjutan di Rumah Sakit tersebut, beberapa petugas keamanan tersebut memang sedang melakukan pengawalan dan pengamanan standar kepada bakal calon Bupati dan wakil bupati sesuai ketentuan KPU,  keduanya tiba di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus sekitar pukul 08.30 WIB, kemudian mereka dipandu oleh tim dokter dari RSUD RA Kartini Jepara serta dari RSUD dr. Loekmono Hadi.

BACA JUGA :  "Unik" Tanaman merambat di LPJU

Menurut Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Aziz Achyar, dirinya disurati oleh pihak KPUD Jepara  untuk melakukan pemeriksaan terhadap dua pasangan bakal calon bupati Jepara ini sebagai sebuah pemeriksaan lanjutan, dimana pemeriksaan pertama dan kedua sudah selesai dilakukan di RSUD RA. Kartini Jepara, sedangkan pemeriksaan yang dilakukan di RSUD merupakan pemeriksaan ke tiga, berkisar pada EKG, ECHO Cardio Grafi, tread mill, spirometry dan audiometri nada murni. Pemeriksaan yang banyak fokus ke kondisi organ tubuh bagian dalam itu, “menurut mereka hal ini dikarenakan di RSUD RA. Kartini Jepara belum memiliki dokter dan petugas khusus, yang menangani hal tersebut”. Ujar Aziz.

Dikesempatan terpisah ditempat yang sama, Wakil Direktur Pelayanan Umum  RSUD RA. Kartini, Bambang Dwipo mengatakan, yang menjadi kendala di RSUD RA. Kartini Jepara adalah SDM untuk spesialis jantung dan kerusakan peralatan untuk pengecekan organ dalam tubuh lain. Sehingga untuk tes-tes kesehatan tertentu tidak bisa dilakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD RA. Kartini Jepara, karena kendala tersebut.  “Karena alasan kelengkapan sehingga tidak bisa semua tes kesehatan calon Bupati dan Wabup dilakukan di RSUD Kartini Jepara. Misalnya untuk spesialis jantung, kami sebetulnya ada SDM-nya. Tetapi beliau belum berijin, karena meski secara edukasi sudah memiliki kompetensi spesialisai Jantung, namum secara administratif belum bisa melakukan pemeriksaan akibat belum memenuhi standar ijin operasional, ” ujar Bambang.

BACA JUGA :  Tonjolkan Hasil Karya Pemuda, Karang Taruna Kab Kudus Gelar Pameran Kaligrafi Tunggal

Menurutnya, status dokter spesialis jantung yang ada di RSUD RA. Kartini Jepara, juga harus berstatus sebagai Pegawai negeri Sipil (PNS). Sampai saat ini dokter spesialis jantung tersebut baru lulus dari pendidikan spesialisnya. Sebelumnya, ia adalah dokter dari puskesmas Mlonggo yang mengajukan ijin pendidikan.

Sementara itu Ketua KPUD Kabupaten Jepara M Haidar Fitri yang juga ikut hadir di Kudus, menyampikan “pemeriksaan kesehatan dua pasangan bakal calon tersebut terpaksa dilakukan di RSUD dr. Lokemono Hadi Kudus karena alasan keterbatasan dokter spesialis dan peralatan yang dimiliki RSUD RA Kartini Jepara, Untuk pemeriksaan pertama dan kedua, kata dia, pelaksanaannya di Jepara, sedangkan untuk pemeriksaan ketiga dilaksanakan di Kudus, Jenis pemeriksaan kesehatan untuk hari ketiga, yakni soal EKG, tread mill, spirometri, dan audiometri nada murni.

BACA JUGA :  BPBD Kudus," Perimbasan Malam di Jalan Pemuda Lebih Maksimal "

Setelah itu, lanjut dia, akan dilakukan rapat pleno hasil pemeriksaan dengan melibatkan sejumlah pihak terkait, seperti tim dokter dari RSUD RA Kartini Jepara, RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, tim psikologi Jateng, serta BNN. “Tes kesehatan semua pasangan bakal calon tersebut untuk mengetahui mampu tidaknya mereka secara jasmani dan rohani dalam memimpin,” ujarnya. Selain itu, kata dia, mereka juga menjalani tes bebas narkoba, karena sebagai calon kepala daerah harus menjadi contoh yang baik.  (Yuliadi Mohammad)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post