Dua Windu Ponpes Muhammadiyah Kudus: Haedar Nashir, “Teruslah Pelihara Tradisi Iqra”

oleh
Ketua PP Muhammadiyah saat menandatangani prasasti peresmian gedung baru "KHA Dahalan" di kompleks Ponpes Muhammadiyah Kudus _Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. hadir dan sekaligus bertindak selaku pengisi acara Pengajian Umum yang digelar oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus pada peringatan Milad 2 Windu Pondok Pesantren (Ponpes) Muhammadiyah Kudus.

Dr. Haedar Nashir, ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, saat hadiri peringatan dua windu Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus (Foto: YM)

Pada pengajian yang di hadiri ribuan warga Muhammadiyah dan tamu undangan itu, Ketua PP Muhammadiyah  juga melakukan pemotongan pita sebagai simbol peresmian gedung serbaguna “KH Ahmad Dahlan”  yang didirikan di area kompleks pondok yang  berdiri di atas tanah seluas 8.000 meter persegi dan berlantai tiga  di Desa Singocandi Kecamatan Kota, Kudus, Minggu (10/02/2019).

TRENDING :  Ribuan Warga Muhammadiyah Ikuti Jalan Sehat, Peringati Milad 106 Muhammadiyah

Pondok yang  manamanajemen pengelolaannya langsung di bawah kepengurusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kudus.itu kini dihuni oleh 300 santri.

Dalam tausiyahnya, Haedar meminta para santri Ponpes Muhamamdiyah untuk terus memelihara tradisi iqra’. Sebab ini merupakan kunci dalam menuntut ilmu. Terkait sumber bacaannya pun tak dibatasi. Baik itu sumber literatur dari Timur Tengah maupun dari Barat. Tentunya dengan arahan dan bimbingan dari para ustad.

”Kader Muhamamdiyah tidak boleh takut membaca kitab kuning dan putih. Tolong nanti ustad ajari santri dan kenalkan alat untuk mencari ilmu yang luas,” katanya, Minggu (10/02/2019).

TRENDING :  Pemkab Kudus Bentuk Tim Awasi Aliran Sesat Sabdo Kusumo Yang Diduga Masih Aktif di Desa Klumpit

Haedar menekankan, para ustad juga harus memiliki wawasan dan ilmu yang luas juga. Sehingga nantinya dapat benar-benar bisa menuntun santri dalam belajar. Hingga nantinya dapat mencetak kader yang ulil albab dan memiliki tradisi iqra’.

Direktur Ponpes Muhamamdiyah Kudus Nadhif, S. Pd. I menjelaskan tentang gedung yang diberi nama KH. Ahmad Dahlan itu. Nama tersebut disepakati karena merupakan nama dari tokoh pendiri Muhammadiyah. Gedung tersebut berukuran 16×30 meter berlantai tiga. Dengan anggaran lebih dari Rp 3 miliar.

”Kami ucapakan terimakasih kepada semua pihak yang sudah berperan dalam pembangunan gedung ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menginformasikan bahwa Ponpes Muhamamdiyah Kudus saat ini sudah membuka pendaftaran bagi calon santri. Tahun ajaran 2019-2020 dengan kuota yang disediakan sebanyak 120 santri.

TRENDING :  Busyro Muqoddas : Satu Abad Lebih Muhammadiyah Karena Pimpinannya Tidak Menduakan Niat

”Seleksi pendaftaran gelombang pertama akan kami laksanakan pada 24 Febuari nanti,” imbuhnya.

Wakil Bupati Kudus Hartopo mengucapkan selamat atas milad dua windu Ponpes Muhammadiyah Kudus dan peresmian gedung KH ahmad Dahlan. Ia berharap kedepan ini dapat membawa dampak positif terhadap dinamikan pendidikan dan perkembangan syiar islam di Kudus.

”Tentunya referensi di bidang pendidikan agama islam bertambah. Sehingga kami harapkan mutu pendidikan di Kudus juga bisa meningkat,” tuturnya.

Dalam acara tersebut, turut hadir ketua PDM  Dr. H Ahmad Hilal Madjdi M.Pd, Kapolres Kudus yang diwakili Kapolsek Kota, Dandim, Kepala Kemenag Kudus, dan Kepala MUI Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :